Informasi Seputar Kota Cimahi

Tryout CPNS 2021

Pusat Pembelajaran CPNS Online 2021.

Prediksi Soal Soal CPNS 2021

Contoh contoh soal CPNS yang telah terbukti meluluskan di Kementerian dan Pemerintah Daerah

Siapkah Anda CPNS 2021

Langkah Cepat Menyiapkan Tes CPNS 2021

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2020

Pasien Positif Corona di Kota Cimahi Bertambah Jadi 44 Orang

Jumlah pasien positif Corona di Kota Cimahi kembali bertambah. Saat ini tercatat ada sebanyak 44 warga Cimahi terkonfirmasi positif virus mematikan tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi dari 44 pasien positif Corona, 36 merupakan pasien aktif, 5 orang sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan penambahan kasus positif tersebut hasil dari rapid test yang dilakukan sebelumnya dan dipastikan dengan swab test.

"Ada penambahan 7 orang positif lalu bertambah lagi 4 orang positif, totalnya jadi 11 orang positif. Saat ini positif aktif mencapai 36 orang," kata Chanifah saat dihubungi, Minggu (26/4/2020).

Orang positif COVID-19 tersebut masih berasal dari satu klaster, yakni klaster seminar keagamaan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Mayoritas penambahan positif COVID-19 ini mayoritas dari klaster Lembang atau GBI. Karena sebelumnya kita lakukan rapid test dulu," terangnya.

Jumlah orang positif COVID-19 dari klaster seminar keagamaan Lembang sendiri kemungkinan masih terus mengalami peningkatan sebab ada sebagian yang hasil swab testnya belum keluar.

"Kami belum bisa bilang akan bertambah berapa, karena hasil swab testnya belum keluar. Tapi kemungkinan akan ada penambahan lagi," bebernya.

Orang positif COVID-19 tersebut saat ini masih dalam kondisi sehat. Namun berdasarkan arahan wali kota, mereka akan dirawat di rumah sakit agar pengawasannya terpusat.

"Kemarin diarahkan sama pak wali untuk dirawat di satu tempat saja. Kemungkinan akan dimasukkan ke RSUD Cibabat, dalam beberapa hari ini mereka harus sudah siap menerima pasien positif," tegasnya.

Berdasarkan data, hingga Minggu (26/4/2020) pukul 10.45, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 829 orang. Rinciannya 185 orang masih pemantauan dan 644 selesai dipantau.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 55 orang. Rinciannya 37 dalam pengawasan dan 18 selesai pengawasan.
Share:

Jumat, 16 Januari 2015

DPRD Kota Cimahi Siap Bahas 15 Raperda

DPRD KOTA CIMAHI
Jajaran DPRD Kota Cimahi klaim bisa selesaikan 15 rancangan peraturan daerah (raperda) sesuai agenda tahun sidang 2015. Hal itu terungkap rapat paripurna istimewa pembukaan tahun sidang 2015 di gedung DPRD Kota Cimahi Jln. Dra. Djulaeha Karmita Kota Cimahi, Rabu (14/1/2015).

"Jika kami bisa menyelesaikan 18 perda di tahun 2014, maka saya jamin tahun 2015 sebanyak 15 perda bisa kami selesaikan," ujar Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan.

Untuk tahun 2015, raperda yang akan dibahas terdiri dari 8 raperda inisiatif eksekutif dan 7 raperda inisiatif legislatif. Sedangkan, tahun 2014 sebanyak 18 perda terdiri dari prakarsa legislatif 5 perda dan inisiatif eksekutif 13 perda.

"Pelaksanaan legislasi lembaga DPRD Kota Cimahi sudah dilaksanakan sesuai perencanaan dan maksimal dengan harapan perda tersebut akan bermanfaat bagi pembangunan kota Cimahi beserta masyarakat dan tepat sasaran," ujarnya.

Pada masa awal DPRD Kota Cimahi periode 2014-2019 yang dilantik 25 Agustus 2014, jajaran legislatif menetapkan enam perda yaitu Perda Induk Pariwista, Perda Gedung dan Bangunan, Perda Badan Penananggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perda Satuan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Sekretariat Daerah (Setda) dan Sekretariat Dewan (Setwan), dan Perda SOTK Lembaga Teknis ( Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah).

Diakui Agun, utang perda yang tak bisa diselesaikan di tahun 2014 sebanyak 4 raperda akibat Pemilu Legislatif (Pileg). "Ada peralihan keanggotaan dewan, memang menyebabkan ada kevakuman kinerja. Tapi tidak berlangsung lama dan dikebut," tuturnya.

Untuk tahun sidang 2015 dimulai 1 Januari-31 Desember 2015. Masa persidangan meliputi masa sidang yang dibagi tiga termin dan reses digelar tiga kali dalam setahun. "Reses dilaksanakan dalam 1 tahun untuk menyerap aspirasi masyarakat," katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2015 yaitu program peningkatan kapasitas DPRD Kota Cimahi, hearing atau dialog dengan Pmekot Cimahi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan forum komunikasi dan informasi daerah (Forkominda) Kota Cimahi.

Termasuk, melakukan dengar pendapat dengan masyarakat untuk cari jalan pemecahan masalah dan menerima pengaduan mayarakat dan ditindaklanjuti dengan pengawasan di lapangan dan koordinasi bersama dinas terkait.

"Paradigma baru yang kami terapkan, kalau dulu warga masukkan surat harus nunggu diundang. Kami akan lebih permudah, nomor hp pimpinan disebar dan bisa audiensi setiap saat. Kalau tidak ada kegiatan di kantor, dewan lebih baik turun ke masyarakat. Jadi, bukan berarti kantor kosong tidak ada kerjaan," tuturnya.

Hal serupa diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Santoso Anto. "Perda prakarsa dewan rampung semua. Yang tidak selesai itu dari inisiatif eksekutif karena draftnya memang tidak diajukan," tuturnya.

Untuk tahap pertama, pihaknya akan menyiapkan pembuatan naskah akademik untuk raperda prakarsa dewan. "Hal itu diatur dalam UU No. 12/2010 tentang Penyusunan Peraturan Perundang-undangan, bahwa perda harus pakai naskah akademik," katanya.

Tiap perda akan dilakukan kunjungan kerja sebanyak 2 kali untuk studi komparasi, sisanya diselesaikan dalam pembahasan di rangkaian rapat.

Menanggapi rencana kinerja legislatif terutama penyelesaian pengajuan raperda inisiatif eksekutif, Walikota Cimahi Atty Suharti menyambut baik hal tersebut.

"Harapannya dengan adanya dengan ada perda tersebut akan tercipta tertib administrasi, kepastian hukum, dan meningkatkan pelayanan publik," ujarnya. (Ririn Nf/A-89)
Share:

Pemkot Cimahi Akan Lelang Beragam Aset


Pemkot Cimahi
Pemerintah Kota Cimahi, Jabar, segera melelang berbagai jenis aset bernilai Rp7,7 miliar pada pertengahan 2015.

"Target lelangnya di triwulan pertama sampai bulan maret atau bisa jadi triwulan kedua, mudah-mudahan pertengahan," kata Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Cimahi Edhie Nugroho di Cimahi, Kamis (15/1/2015).

Ia menuturkan, aset yang siap dilelang itu merupakan kumulasi sejak berdirinya Kota Cimahi pada 2001 ditambah aset dari pemerintahan induk sebelumnya Kabupaten Bandung.

Jenis aset yang siap dilelang itu berupa barang tidak bergerak seperti peralatan kantor dan barang bergerak yakni kendaraan bermotor. "Barang bergerak juga ada, seperti mobil tapi kondisinya sudah lama," katanya.

Namun barang yang siap dilelang itu sementara ini belum terkumpul semua, sebagian masih tersebar di Satuan Organisasi Pemerintahan Daerah (SOPD).

Pihaknya masih melakukan pendataan aset, dan memeriksa kembali keberadaannya. "Seluruhnya ini sedang diinventarisasi dulu, dimana sekarang barangnya, masih ada gak barangnya," katanya.
Edhie menambahkan, uang hasil lelang aset Pemerintah Kota Cimahi itu secara otomatis akan langsung masuk ke kas daerah Cimahi. "Ya uangnya nanti masuk kas daerah," katanya.
Share:

Sabtu, 29 November 2014

Mensos Kunjungi BPBI Abiyoso Cimahi

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso, Jln. Kerkof No. 21, Leuwigajah Cimahi Selatan, Kamis (27/11/2014).
Dalam kunjungannya tersebut, Khofifah melihat-lihat ke sejumlah ruangan yang ada di BPBI Abiyoso di antaranya ruang penggandaan, ruang penyusunan halaman dan penjilidan serta ruang pengepakan.
"Kebetulan pada 3 Desember merupakan hari disabilitas internasional, dan Kementerian Sosial ada agenda untuk menyampaikan pesan-pesan," kata Khofifah di sela kunjungan.
Oleh karena itu, kata dia, dirinya meminta melihat selain Binadangsa yang sudah dilihat sebelumnya mengenai kemampuan untuk menyiapkan alat bantu kaki atau tangan.
"Disini menurut informasi satu-satunya pusat braille, jadi ini akan menjadi penting produk disini untuk bisa diketahui calon penggunanya. Apakah dari Kementerian Pendidikan, Agama maupun lembaga-lembaga lain seperti panti asuhan,,panti sosial, pesantren atau individu," terangnya.
Share:

Kamis, 21 Maret 2013

PKB Cimahi Butuh Caleg Perempuan, Daftar Secepatnyat?

PKB Cimahi Kekurangan Caleg Perempuan, Berminat?

Dibutuhkan Caleg Perempuan PKB  Cimahi
Pendaftaran calon legislatif oleh DPW PKB Kota Cimahi gelombang dua masih terbuka. Hal itu karena seleksi pendaftar di gelombang pertama hingga saat ini baru mencapai 41 orang.

Ketua DPW PKB Cimahi Acep Jamal mengatakan kuota untuk DPRD Kota Cimahi sebanyak 45 orang. " Kami masih kekurangan empat bakal caleg yang seluruhnya perempuan," ujarnya di Cimahi, Selasa (12/3).

Tahap pertama pendaftaran telah berakhir pada (23/12/12) lalu. Saat ini pendaftaran kembali dibuka hingga 31 Maret 2013 mendatang.

Seluruh kader yang mendaftar telah dilakukan fit and proper test terlebih dahulu. Sehingga tidak mudah untuk mencalonkan di legislatif.

Dalam aturan PKB, untuk pendaftaran porsinya tidak hanya berasal dari kader PKB saja. "PKB hanya mendapatkan 50 persen dari kuota yang ditetapkan," ujarnya.

Sedangkan 30 persen merupakan bakal caleg yang telah menerima rekomendasi Nahdatul Ulama. Diluar porsi tersebut, 20 persennya dapat berasal dari simpatisan profesional baik ahli pendidikan, ahli pemerintahan, maupun ahli pembangunan yang mendapatkan rekomendasi dari PKB maupun NU.

Mereka pun tidak perlu terlalu memahami wilayah karena kedepannya akan dilakukan orientasi bakal caleg. "Jangan sampai mencalonkan DPRD tetapi kewenangannya ingin sebagai Wali Kota," kata Acep.
Share:

Tips untuk memilih Pemimpin Bandung 1


Pilwalkot Bandung diikuti delapan pasangan bakal calon, baik dari partai politik maupun independen atau perseorangan.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Padjdjaran (Unpad), Deddy Mulyana, menilai, dari segi jumlah pasangan yang akan berlaga di Pilwalkot Kota Bandung terlalu banyak.

Meski jumlahnya banyak, namun kekuatan popularitasnya relatif merata dan tak ada yang paling menonjol.

"Tidak ada pasangan yang mungkin menjadi media darling, agak susah. Ini otomatis akan membuat masyarakat bingung," kata Deddy di Bandung, Rabu (20/3/2013).


Tips untuk memilih Pemimpin Bandung 1

PILKADA BANDUNG 23 Juni 2013
Namun dari sisi positif-nya, Pilwalkot menghadirkan bakal calon yang tak populer dan lepas dari stigma keartisan. Meski demikian, Deddy tidak menampik jika nanti ada politik untuk dalam proses tersebut.

"Ini langkah untuk mengubah mindset orang. Selama ini kan masyarakat terobsesi bahwa calon pejabat yang populer dan memiliki gelar tinggi, tapi kenyataannya kan tidak," katanya.

"Meski mereka diragukan, ini bisa menimbulkan efek hallo kalau dalam komunikasi politik. Misalnya Roy Suryo. Awalnya diragukan untuk memimpin Kementerian Olahraga, tapi toh bisa satukan PSSI, meski saya enggak tahu nantinya berhasil atau tidak," bebernya.

Dekan Fikom Unpad itu juga menyarankan agar masyarakat bisa memilih pasangan yang tepat untuk memimpin Kota Kembang. Pemilih diminta jangan silau dengan program dan visi misi yang ditawarkan.

"Harus jeli siapa yang memiliki track record yang paling bagus, karena itu kan masa lalu dan tidak bisa dibohongi atau dimanipulasi," terangnya.

Visi misi dan program, lanjutnya, tidak merefleksikan pengalaman kandidat sebenarnya. "Tetapi track record bersifat transparan. Contoh kita lihat Foke yang kalah oleh Jokowi, itu karena track record juga," tuturnya.
Share:

Jadwal Kereta Api dari Bandung yang Baru

Jadwal Kereta Api Baru  April 2013
Per 1 April 2013 mendatang, PT KAI melakukan perubahan jadwal kereta api. Bagi Anda yang kerap menggunakan fasilitas transportasi kereta api, berikut perubahan jadwal yang telah disusun PT KAI Daop 2 Bandung.

1. KA Eksekutif Argowilis trayek Bandung-Jogya-Surabaya Gubeng PP menjadi berangkat Bandung pukul 08.00 WIB, sebelumnya pukul 07.00 WIB.

2. KA eksekutif Turangga trayek Bandung-Jogya-Surabaya Gubeng PP keberangkatan Bandung, menjadi pukul 20.00 WIB sebelumnya 19.00 WIB.

3. KA Eksekutif-Bisnis Lodaya Pagi trayek Bandung-Jogya-Solo PP, keberangkatan Bandung, menjadi pukul 07.00 WIB sebelumnya 08.00 WIB.

4. KA Lodaya Malam trayek Bandung-Jogya-Solo PP, keberangkatan Bandung, menjadi pukul 19.00 WIB sebelumnya 20.00 WIB.

5. Perpanjangan Trayek KA Harina Bandung-Cirebon-Tegal-Pekalongan-Semarang-Cepu-Surabaya Pasarturi PP sejak 1 Maret 2013, keberangkatan Bandung menjadi pukul 20.45WIB, sebelumnya 20.30 WIB dan hanya menggunakan trayek Bandung-Cirebon hingga stasiun terakhir Semarang Tawang.

6. KA Malabar trayek Bandung-Kediri-Malang, keberangkatan Bandung sebelumnya 15.30 WIB menjadi 15.35WIB, sedangkan keberangkatan Malang dari pukul 15.30 WIB menjadi 12.45 WIB.

7. KA Ekonomi Pasundan trayek Kiaracondong-Surabaya, sebelumnya 06.05 WIB menjadi pukul 05.30 WIB.

8. KA Ekonomi Kahuripan trayek Padalarang-Kediri, yang semula keberangkatan awal dari Padalarang berubah menjadi keberangkatan Kiaracondong, menjadi pukul 20.30 WIB sebelumnya 20.00 WIB dari Padalarang.

9. KA Ekonomi Kutojaya Selatan trayek Kiaracondong-Kutoarjo, keberangkatan Kiaracondong, sebelumnya 21.30 WIB menjadi 21.10 WIB.

10. KA Argoparahyangan Bandung-Gambir masih tetap 12 perjalanan pulang-pergi (PP), namun ada beberapa perubahan keberangkatan Bandung, seperti semula pukul 06.30 WIB menjadi 07.15 WIB, pukul 16.30 WIB menjadi 16.00 WIB dan pukul 19.50 menjadi 19.45 WIB.

11. Kami juga mempersiapkan untuk mengikuti perkembangan pasar yaitu KA Fakultatif (perjalanan tambahan) untuk KA Argoparahyangan keberangkatan Bandung pukul 08.45 WIB (setiap sabtu, minggu) dan 04.00 WIB setiap Senin, begitu juga untuk KA angkutan Barang / petikemas Gedebage-Tanjung priuk dua perjalanan pulang-pergi (PP).

Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung Bambang S Prayitno mengatakan, selain perubahan jadwal, Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) juga meningkatkan pelayanan dengan memfasilitasi pendingin udara.

"Dari total 63 unit kereta/gerbong kelas ekonomi dan Bisnis, 50 kereta/gerbong penumpang dan Kereta Makan sudah berpendingin udara (ber-AC) dan saat ini pun sudah beroperasi," ujar Bambang saat dihubungi detik.com melalui pesan elektronik, Rabu (20/3/2013).

Kereta yang sudah ber-Ac tersebut yakni 14 unit Kelas Bisnis Argoparahyangan Bandung-Gambir dan KA Malabar Bandung-Kediri-Malang, 32 unit kelas ekonomi baik KA Ekonomi Lokal Bandung Raya, trayek Cicalengka-Bandung-Padalarang PP, KA Ekonomi Lokal Cibatu-Purwakarta PP, KA Patas Padalarang-Bandung-Cicalengka serta kereta ekonomi plus Malabar. Termasuk 4 Kereta Makan, terdiri 2 kelas ekonomi dan 2 kelas bisnis.

Selain itu, lanjut Bambang, pihaknya tetap konsisten menjalankan kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan. Pertama, Sistem boarding, yakni ketentuan hanya penumpang yang bertiket yang diijinkan masuk ke dalam peron maksimal satu jam sebelum KA berangkat. Kedua, Pemberlakuan pembatasan kapasitas angkut maksimal 100% untuk semua KA jarak jauh dan KA jarak menengah tertentu. Ketiga, pembelian tiket KA kelas Eksekutif, Bisnis, Ekonomi AC dan non AC dapat dilakukan 90 hari sebelum keberangkatan (H-90) melalui kantor pos, agen tiket KA, Indomaret, Alfamart, Railcard & Railbox, Fastpay, Contact Center 121, dan internet reservasi.

"Pembelian tiket melalui internet reservasi yaitu www.kereta-api.co.id, www.tiket.com dan www.tiketkai.com calon penumpang dimanjakan karena dapat memilih tempat duduk sendiri sesuai keinginan. Selain itu larangan merokok di dalam kereta tetap menjadi komitmen PT KAI demi terciptanya kenyamanan penumpang," ujar Bambang.

 

Share:

Jumat, 22 Februari 2013

Nabi Palsu dari Cimahi Dituntut Dua Setengah Tahun Penjara

"Nabi Palsu" dari Cimahi Dituntut Dua Setengah Tahun Penjara

Sidang kasus penodaan agama Islam dengan terdakwa Rohmansyah (53) akhirnya dituntut hukuman dua setengah tahun penjara.Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asril, SH saat membacakan surat tuntutannya di ruang sidang Pengadilan Negeri Bale Bandung, Rabu (20/2/2013).
 
JPU menilai Rohmansyah telah melanggar  Ketetapan Presiden No.1/PNPS/1965 serta melanggar KUH Pidana tentang penodaan atau penistaan agama. Sehingga JPU menyatakan terdakwa terbukti secara dan meyakinkan melakukan tindak pidana penistaan ajaran agama Islam beberapa lalu di wilayah Bandung.

Selama persidangan berlangsung terdakwa nampak tenang bahkan saat JPU membacakan tuntutannya.Terdakwa juga menyatakan tetap yakin akan ajarannya tidak salah,meski beberapa pengunjung beberapa kali mencemoohnya.
Sidang pembacaan tuntutan oleh JPU tersebut dihadiri puluhan perwakilan elemen ormas Islam di Bandung. Hari Nugraha selaku Humas Forum Islami (FIS) Jabar menyatakan bahwa tuntutan JPU terlalu ringan untuk kasus penistaan agama dengan menganggap dirinya nabi.

“Mestinya kasus penodaan agama hukumannya minimal 5 tahun atau tuntutan umat Islam ya hukuman mati,” terang Hari.

Meski demikian menurut Hari, pihak FIS yang terdiri dari elemen ormas Islam seperti Pagar Aqidah (Gardah), Laskar Sabilillah, Komite Peduli Umat Bandung (KPUB), Insan kamil, Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) dan yang lainnya menyatakan tetap menghormati putusan hukum . Namun demikian pihaknya masih berharap agar nantinya hakim dalam menjatuhkan vonis tidak lebih ringan daripada tuntutan JPU.

“Minimal sama dengan tuntutan JPU,syukur bisa lebih berat lagi agar ada efek jera bagi pelaku atau calon pelaku penistaan Islam,” harap Hari.

Seperti telah diberitakan sebelumnya Rohmansyah (53) merupakan pimpinan aliran kelompok Qur’aniyah.Ia mengaku sebagai nabi baru yang telah menyebarkan ajaran Islam dengan  Qur’an yang telah diperbaharui dengan wawasan ke-Indonesia-an.Warga Desa Nyenang Kec.Cipeundeuy Kab. Bandung Barat ini telah menyebarkan ajaran sesatnya yakni melarang shalat wajib 5 waktu, meyakini Candi Borobudur adalah Baitullah (Ka’bah), melakukan shalat tahajud dengan menghadap ke Timur (Candi Borobudur) dan melaksanakan ibadah haji ke Candi Borobudur.


Rohmasyah sendiri mengaku berpangkat Nabi dengan alasan sudah dua kali bermimpi bertemu dengan Malaikat Jibril yang mengangkatnya menjadi Rasul.Bahkan hingga kini dirinya mengaku terus berguru dengan Malaikat Jibril yang senantiasa menurunkan wahyu kepadanya.*
Share:

Rabu, 20 Februari 2013

Alat Peraga Kampanye di Cimahi Ditertibkan

 Alat Peraga Kampanye di Cimahi Ditertibkan

Penertiban Alat Peraga Kampanye
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi dan Pemkot Cimahi, Kamis (21/2), akan melaksanakan penertiban alat peraga kampanye Pilgub Jabar di sekitaran Kota Cimahi.
Penertiban ini ditujukan karena selama tiga hari mulai Kamis (21/2/2013) sampai Sabtu (23/2/2013) sudah memasuki masa tenang.
"Besok kita akan apel bersama dulu jam 08.00 di Pemkot. Setelah itu bersama tim gabungan kita akan mulai menertibkan alat peraga kampanye yang masih terpasang di sekitaran Kota Cimahi," kata Rinto Sitanggang, Sekretaris Panwaslu Kota Cimahi, Rabu (20/2/2013).
Ia menambahkan, penertiban ini akan terus dilakukan selama masa tenang Pilgub Jabar. Selain dari tim gabungan, Panwaslu juga sudah mengedarkan surat imbauan kepada setiap pasangan calon untuk menertibkan alat peraga yang masih terpasang.
"Penertiban ini diharapkan bisa menjadikan masa tenang Pilgub ini benar-benar tenang. Panwaslu juga mengimbau kepada para tim sukses pasangan calon untuk bisa menertibkan reklame yang terpasang. Kita juga dapat info kalau pasangan nomor urut dua katanya akan menertibkan alat peraga malam ini," ujarnya.

Survei TNS: Masyarakat Jabar Kecewa Pemerintahan Aher-Dede

Trans Nasional Survey (TNS) melakukan survei jelang pencoblosan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat 24 Februari mendatang. Hasilnya, mayoritas masyarakat Jawa Barat tak puas dengan duet kepemimpinan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf.
Gubernur Jawa barat
Populasi survei ini adalah seluruh warganegara Indonesia yang tinggal di Propinsi  Jawa Barat  yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Survey diadakan pada tanggal 5-15  Feb 2013.
Dalam survei ini jumlah sampel ditetapkan sebanyak  6000  sample, tetapi yang berhasil  dianalisa hanya  5947 sample. Pemilihan sample dilakukan dengan metode multistage  random sampling. Sampel berasal dari  302  Kecamatan  dan 3000 kelurahan/desa yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dengan mengisi quisioner  oleh pewawancara yang telah dilatih. Dengan jumlah sample sebanyak  6000 maka toleransi kesalahan (margin of error) sebesar +/- 2.5% pada tingkat kepercayaan 98 persen.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 42 % dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot  check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
“Sebagian besar warga  Jawa Barat merasa kondisi ekonomi rumah tangganya dalam lima tahun  tidak ada perubahan selama dipimpin oleh  Ahmad Heryawan-Dede Yusup 65,3%. Yang mengatakan keadaan ekonomi buruk dan Keadaan ekonomi tetap  selama kepemimpinan Ahmad Heryawan-Dede Yusup 18,9% dan yang mengatakan lebih baik dan jauh lebih baik hanya 15,8 %,” ujar Kepala Bidang Survey dan  Pengolahan data TNS,Sutisna dalam rilisnya, Rabu (20/2/2013).
Dijelaskan, sebagian besar warga  Jawa Barat merasa kinerja Pemerintah daerah Jawa Barat  dalam lima tahun  terakhir selama dipimpin oleh  Ahmad Heryawan-Dede Yusuf,  60,5 % menyatakan ketidak Puasan terhadap  Kinerja Pemda Jawa Barat  yang Buruk.
Yang mengatakan Puas dengan kinerja Pemda Jawa Barat  hanya 29,0% dan yang merasa sangat tidak puas dengan kinerja Pemda Jawa Barat 13,2%.
Ketidakpuasan warga Jawa Barat terhadap  kinerja Pemda selama dipimipin oleh Ahmad Heryawan-Dede Yusuf  terhadap 8 permaslaahan yang ditampilkan dalam survey  yaitu Banjir, Sungai Kotor, banyak sampah, pungli, macet, fasilitas jalan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, Fasilitas Transportasi Umum jika dirata ratakan hampir 75 % Warga Jawa Barat merasa tidak puas.
Namun, dari beberapa indicator pertanyaan survey yang dijadikan pertanyaan kepada warga Jawa Barat,  didapati bahwa pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat akan terjadi  berponstensi menang dan bersaing ketat antara pasangan Rieke –Teten  yang memiliki elektabilitas 27,8% dan Pasangan Dede -Lex Lesmana 31,6%.
“Menurunnya elektabilitas Aher-Dedy dikarenakan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat Jawa barat  terhadap kinerja kepemimpinan Ahmad Heryawan selama memimpin Jawa Barat serta  tertangkapnya petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) oleh KPK dalam kasus suap impor daging sapi, dimana PKS adalah partai yang mencalonkan Aher-Deddy Mizwar,” kata Sutisna.

Share:

Buruh di Cimahi Ancam Boikot Satu Cagub

Buruh di Cimahi Ancam Boikot Satu Cagub

Buruh Cimahi - Jawa Barat
Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pemilu Kada) Jawa Barat yang tinggal empat hari lagi, kembali, diwarnai aksi protes. Kali ini aksi protes dilakukan ratusan buruh yang menggelar unjuk rasa di Kawasan Industri Cibaligo, Kota Cimahi, Jabar, Rabu (20/2). Mereka memerotes pernyataan salah satu calon gubernur yang akan mengurangi komponen hidup layak (KHL). Padahal KHL merupakan urat nadi bagi para kaum buruh untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Ratusan buruh ini sangat kecewa terhadap pernyataan cagub yang notabene masih menjabat sebagai birokrat. Menurut buruh, seharusnya cagub itu sudah memahami kondisi buruh saat ini. Para buruh menyatakan sikap akan memboikot tidak memilih cagub yang tidak pro-terhadap kesejahteraan buruh.

Dalam orasinya, para buruh menyatakan seharusnya dalam kondisi buruh yang belum sejahtera seperti ini, para cagub maupun cawagub harus pro-buruh dengan meningkatkan KHL yang sampai sekarang dirasa masih kurang. Menurut buruh, dengan KHL sekarang 62 persen, buruh justru ingin meningkatkan KHL menjadi 122 persen.

Pernyataan pasangan cagub dan cawagub Jabar ini tentang mengurangi KHl tersebar dalam internet yang berdurasi hampir tiga menit. Pernyataan itu diunggah dalam situs YouTube yang berdampak kekecewaan pada kaum buruh.
Share:

Jumat, 01 Februari 2013

DPRD Gelar Paripurna Pemakzulan Aceng Hari Ini

DPRD Gelar Paripurna Pemakzulan Aceng Hari Ini

Bupati Garut
DPRD Kabupaten Garut akan menggelar sidang paripurna membahas putusan Mahkamah Agung (MA) tentang pemberhentian Bupati Garut Aceng HM Fikri di gedung DPRD setempat, Jumat (1/2).

"Dalam sidang paripurna itu akan dibacakan putusan Mahkamah Agung dan keputusan DPRD Kabupaten Garut mengenai pemakzulan Aceng," kata Sekretaris DPRD Kabupaten Garut Farida Susilawati kepada wartawan.

Rapat paripurna menghadirkan seluruh anggota DPRD Garut dan telah mengundang Aceng HM Fikri untuk menghadiri sidang itu.

Rapat paripurna dibuka untuk umum. Pihak DPRD telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan selama berlangsungnya sidang.

Hasil sidang akhir mekanisme pemberhentian jabatan Bupati Garut itu, selanjutnya diserahkan kepada Presiden RI melalui Kementerian Dalam Negeri.

"Hasil putusan paripurna nanti diserahkan kepada Presiden melalui Kemendagri," katanya.

Sementara itu, Aceng direkomendasikan DPRD Garut telah melakukan pelanggaran UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

MA menerima keputusan DPRD Kabupaten Garut no.30 tahun 2012 pada 21 Desember 2012 tentang pendapat DPRD Kabupaten Garut terhadap dugaan pelanggaran etika dan peraturan perundang-undangan yang dilakukan Aceng.

MA kemudian mengabulkan permohonan DPRD Kabupaten Garut yang merekomendasikan pemberhentian Bupati Garut Aceng HM Fikri dari jabatannya.

Aceng Terancam Dihukum 15 Tahun Penjara

Pemeriksaan Bupati Garut Aceng HM Fikri oleh penyidik Polda Jabar masih sebatas saksi.
Namun, polisi masih memperdalami laporan yang ditujukan kepada Aceng, yakni dugaan melanggar UU No 23/2002 Pasal 81 dan atau Pasal 88 dan pasal 280 KUHPidana tentang perkawinan tanpa diketahui istri sah.

Dengan sangkaan pasal tersebut, Aceng terancam hukuman maksimal 15 tahun perjara.

"Ancaman hukumannya 13 tahun sampai 15 tahun dengan denda 300 juta," tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Slamet Riyanto didampingi Kasubdit IV Renakta AKBP Asril Alius seusai pemeriksaan Aceng di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Selasa (29/1) malam.

Slamet memastikan kasus tersebut segera digelar secepatnya. Dia pun mengatakan, gelar perkara itu akan dilakukan pada Selasa (5/2) depan. "Gelar perkara untuk mendalami kasus ini, dan melibatkan semua unsur," ujarnya.

Share:

Ahmad Heryawan: 97,5% Jalan di Jabar Mantap

Ahmad Heryawan: 97,5% Jalan di Jabar Mantap

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengklaim pada 2012 lalu nyaris tak ada jalan provinsi yang rusak. Kemantapan ruas jalan provinsi ini mencapai 97,5 persen. Angka itu jauh melebihi kemantapan ruas jalan nasional yang masih berada di angka 86 persen.

"Ini tentu sesuatu yang harus kita syukuri. Karena dengan angka kemantapan mencapai 97,5% berarti pembangunan jalan sebagai sarana infrastruktur cukup berhasil," ungkap Heryawan di sela peresmian Jalan KH Abdul Hakim, Kabupaten Majalengka, Rabu (23/1/2013) dalam siaran pers yang diterima INILAH.

Aher menuturkan, selama 2012, Pemprov Jabar telah menggelontorkan anggaran Rp52,4 miliar. Dana itu dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur jalan, mulai dari peningkatan, pembangunan jembatan, dan perbaikan lainnya.

Khusus untuk jalur Majalengka-Patrol Indramayu, Pemprov mengucurkan Rp22, 8 miliar, selama tiga tahun anggaran. Sehingga kini luas Jalan Majalengka-Patrol bisa dilalui dengan mulus. "Kalau jalan bagus kan perekonomian juga lancar, semua aktivitas lancar sehingga bisa berdampak terhadap seluruh sektor," ujarnya.

Heryawan mengatakan, Abdul Halim adalah jalan yang secara administratif dimiliki Pemprov Jabar. Kondisi apik jalan sepanjang hampir enam kilometer ini dicapai berkat kerja sama yang baik antara Pemkab Majalengka dengan Pemprov Jabar.

"Rampungnya Jalan Abdul Halim membuat Majalengka seperti kota modern lain. Jalan ini membuat Majalengka tampak apik," ujar Aher yang didampingi Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi.

 Demi Janji Aher pun Meloncat ke Ojek

Kemacetan di Jakarta pada sore ini tak menyurutkan niat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk menepati janjinya.

"Assalamualaikum on the way nih, saya naik ojek dari JCC," katanya kepada INILAH.COM ketika ditanya mengenai janjinya, Senin (28/01/13) di Jakarta.
Sore itu, sekira pukul 17:00 Ahmad Heryawan dijadualkan melakukan pertemuan dengan Ketua PB NU Said Aqil Siradj di Kantor PB NU Jalan Kramat Raya, Jakarta.
"Saya harus mengikuti arahan Presiden di JCC, sudah janji dengan Kyai Aqil, terlambat tapi enggak terlalu parah," katanya setiba di Kantor PB NU.
Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Wapres Boediono menghadiri dan memimpin Rapat Kerja Pemerintah yang diselenggarakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta. Rapat kerja ini dihadiri oleh kepala daerah, Kapolda, dan Pangdam dari seluruh Indonesia.

Rapat kerja yang diikuti oleh seluruh Menteri, pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Gubernur, dan Bupati/Wali Kota di seluruh tanah air itu, pada sesi I akan diisi dengan presentasi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto; Menko Perekonomian Hatta Rajasa; Menko Kesra Agung Laksono; dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto; dan diakhiri dengan penyerahan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) oleh Mendagri Gamawan Fauzi kepada para Gubernur se-Indonesia
-->
Share:

Liburan di Curug Cimahi

Segarnya Liburan di Curug Cimahi

Curug Cimahi
Air terjun dengan air yang jernih dan segar selalu diburu para pecinta wisata air. Anda pun bisa melancong ke Curug Cimahi di Bandung Barat. Cantik pemandangan serta segarnya air akan membuat Anda lupa diri.

Air Terjun Cimahi biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan sebutan Curug Cimahi. Air terjun ini memiliki ketinggian hingga 87 meter. Letaknya curug ini ada di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Wisata alam sambil berolahraga, setidaknya itulah yang akan didapat saat wisata ke sini. Air Terjun Cimahi lokasinya mudah dijangkau karena pintu masuknya terletak di sisi Jalan Kolonel Masturi atau sebelah Terminal Angkutan Kota Cisarua. Dari pusat Kota Cimahi, perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor kurang lebih setengah jam. Tiket masuk lokasi hanya Rp 10.000 per orang.


Curug Cimahi
Curug atau juga Air Terjun Cimahi ini, memiliki ketinggian sekitar 87 m, merupakan salah satu curug yang tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya.  Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya yaitu Sungai Cimahi yang berhulu di Situ (danau) Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi.  Curug ini  berada di ketinggian 1050 m dpl dengan suhu di kawasan ini berkisar 18-22 derajat Celsius.Jika dilihat dari atas, curug ini memiliki dua tingkat dan termasuk yang unik. Sesuai namanya cimahi alias air cukup (bahasa Sunda), debit air terjun ini selalu sama, baik saat musim hujan atau pun kemarau. “Namun, dibandingkan puluhan tahun lalu, debitnya jauh berkurang.

Tak jauh dari Curug Cimahi dapat ditemui juga Curug Bugbrug dan Curug Panganten yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Curug Cimahi ini.

Lokasi


Terletak di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan oordinat GPS: 6° 47' 56.58" S  107° 34' 39.34" E 

Aksesbilitas


Satwa di Curug Cimahi
Berjarak kurang lebih 10 kilometer dari kota Cimahi ke arah Lembang atau 20 km (sekitar 1 jam) dari kota Bandung.

Ada beberapa alternatif jalan yang bisa dipilih untuk mencapai curug ini. Kebanyakan yang digunakan ialah jalur Cimahi melalui Cihanjuang dan Parongpong, dan jalur Lembang.

Jika menggunakan kendaraan pribadi atau travel dari pusat Kota Bandung, cukup menyusuri jalur Ciheudeung menuju Cisarua.  Dan bila dari pusat kota Cimahi dapat melalui Sersan Bajuri ke arah Universitas Advent Indonesia menuju ke Terminal Parongpong. Lokasi Curug ini sendiri cukup mudah untuk dijangkau baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dengan kondisi jalan umumnya baik (beraspal).  Pintu masuk Curug Cimahi terletak tepat di sebelah terminal angkot Cisarua, di pinggir jalan Kolonel Masturi sehingga tidaklah sulit untuk mencarinya.
Sedangkan bagi yang menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan jasa angkutan umum dengan jurusan Ledeng-Sukasari dari terminal Ledeng.  Setelah sampai di Terminal Sukasari (di depan Vila Istana Bunga), dapat diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 15-20 menit  atau dapat memanfaatkan jasa angkutan umum Cisarua-Lembang dengan ongkos yang relatif murah.  Jika  dari kota Cimahi jalan termudah adalah dari Terminal Pasar Atas Cimahi jurusan Cimahi-Cisarua dengan tarif berkisar Rp 5000.
Sementara jika dari Kota Bandung, bisa menggunakan angkutan jurusan St.Hall-Lembang dari Stasiun Kota, kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum jurusan Lembang-Cisarua, dan turun persis di depan pintu gerbang Wana Wisata Curug Cimahi. Atau juga dperjalanan dapat ditempuh menuju terminal Ledeng, dilanjutkan dengan angkutan Ledeng-Parongpong. Dari terminal dilanjutkan memakai angkutan jurusan Parongpong-Padalarang. Ongkos yang dikeluarkan berkisar Rp 10 ribu.
Salah Satu Pemandangan Curug Cimahi
Selanjutnya sesampai di depan pintu gerbang wana wisata ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak berundak yang menurun dan berkelok-kelok.  Jalan setapak berundak ini (berjumlah sekitar 506 buah anak tangga) terbuat dari batu dan semen dengan kemiringan sekitar 45 derajad, sehingga cukup menguras tenaga dan membuat nafas terengah-engah.  Waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke curug ini dari pintu gerbang sekitar 30 menit.  Sepanjang perjalanan ini akan ditemui beberapa ekor monyet ekor panjang yang bergelantungan di atas pohon.

Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas yang telah disediakan pihak pengelola di antaranya shelter yang terdapat di pinggir jalur dari gerbang menuju air terjun, tempat parkir, pintu gerbang, pagar pengaman, peta lokasi, jalan setapak, piknik site, bangku, tempat sampah, pusat informasi dan pos jaga, serta mushola dan kamar kecil.  Selain itu terdapat beberapa warung milik warga yang menjual makanan dan minuman yang biasanya buka pada hari-hari ramai seperti akhir pekan dan liburan.
Share:

Rabu, 21 Desember 2011

Cimahi Waspadai Siklus Lima Tahunan Demam Berdarah

Kota Cimahi mewaspadai siklus lima tahunan demam berdarah dengue (DBD) yang diperkirakan menyerang mulai Januari 2012 nanti. Pada 2007 lalu, terdapat 2.300 kasus dengan korban meninggal sembilan orang sehingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Upaya pencegahan dilakukan mulai dari sosialisasi ke 120 sekola dasar, pemberdayaan warga di 15 kelurahan, hingga fogging (pengasapan) di 30 rukun warga (RW) yang dideteksi sebagai kantong-kantong jentik nyamuk penyebar DBD.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kota Cimahi Artha Satyawati mengungkapkan sepanjang 2011 ini jumlah kasus DBD tercatat 414 kasus dengan tiga orang meninggal. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan jumlah kasus tahun sebelumnya yang mencapai 1.808 kasus dengan tujuh orang meninggal.

“Tahun ini memang terjadi penurunan signifikan. Namun justru karena itulah kami dan seluruh masyarakat harus semakin waspada terhadap bahaya siklus lima tahunan DBD,” katanya, Selasa (20/12).

Menurut Artha, kedatangan musim penghujan pada dua bulan terakhir berpotensi memunculkan banyak genangan air bersih pada bulan Januari nanti. Genangan air bersih ini merupakan sarang kesukaan nyamuk-nyamuk pembawa penyakit DBD. Jika gagal diantisipasi, nyamuk akan mulai bertelur dan 10 hari kemudian ribuan nyamuk baru beterbangan mencari mangsa. “Nyamuk ini tidak mengenal usia korban. Semua bisa terserang DBD, termasuk mereka yang sebelumnya pernah terserang penyakit yang sama,” tuturnya.
Share:

Warga Kampung Cireundeu Tolak Pengoperasian TPA Leuwigajah

Wacana akan difungsikannya kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Leuwigajah membuat warga resah, tak terkecuali yang tinggal di Kampung Adat Cireundeu. Warga Kampung Adat Cirendeu dengan tegas menolak rencana yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tersebut.

Menurut Panitren (Humas) Kampung Adat Cireundeu, Asep Abas di kediamannya, Selasa (20/12), wacana itu belakangan kembali menghangat sehingga warga mulai bereaksi. "Kita tetap menolak kampung halaman kami dijadikan tempat pembuangan sampah. Apa pun konsepnya, yang namanya sampah di Indonesia selalu dipandang tidak nyaman. Apalagi, kami masih dibayangi trauma tragedi tahun 2005 ketika 157 warga kami meninggal karena tertimbun longsor sampah," ujarnya.

Asep menyebutkan, eks TPA Leuwigajah yang longsor pada awalnya memang kecil. Tapi, katanya, seiring perjalanan waktu yakni 21 tahun, TPA itu terus membesar. "Nah, apa itu yang dinamakan konsep? Mereka anggap warga Cireundeu itu enggak mengerti dan bisa diakali begitu saja. Meskipun ada kabar bakal ditangani pakar dari ITB, yang namanya sampah tetap saja dipandang tidak enak dan tercium bau busuk. Kalau mau menata sampah, coba saja dulu yang di Sarimukti, apa itu sudah berhasil? Sampai sekarang tetap saja tumpukan sampah yang tidak tertata," paparnya.

Disebutkan Asep, Cireundeu itu ibarat mutiara yang sudah tercebur dan mencoba muncul lagi dengan menampilkan pesona adat yang mampu menarik turis domestik maupun mancanegara. "Lalu, tempat ini akan dijadikan TPA lagi. Sama saja dengan menenggelamkan lagi mutiara tersebut," tegasnya.

Dihijaukan

Asep justru mengusulkan agar lahan eks TPA Leuwigajah seluas 6 hektare itu dioptimalkan untuk pengembangan kewisataan sehingga selaras dengan status Cireundeu yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Ketahanan Pangan. Dikatakannya, warga juga menginginkan eks TPA Leuwigajah dibiarkan netral oleh kondisi alam. Apalagi, letak geografis TPA itu berada dalam kemiringan lembah.

"Bagusnya tempat itu dibikin suasana seperti di Punclut atau sarana wisata lain yang bisa membuat warga Cimahi nyaman menikmati alam. Mereka tidak usah lagi cari suasana segar ke luar Cimahi karena di tempatnya sudah ada. Intinya kami menginginkan lahan yang berada di ketinggian 700 meter itu bisa kembali dihijaukan dan dimanfaatkan sebagai lahan konservasi. Bahkan bisa dijadikan sebagai objek pariwisata di wilayah Kota Cimahi," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Masyarakat Adat Tatar Sunda (Duta Sawala) untuk Jawa Barat dan Banten, Eka Santosa yang ditemui pada acara Tutup Taun Ngemban Taun, 1 Sura 1944 Saka Sunda, di Bale Saresehan, Kampung Cireundeu, menegaskan, pembuatan pusat pengolahan sampah secara massal tidak akan menyelesaikan persoalan sampah di Cimahi.
Share:

78 Karyawan Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebanyak 78 orang peserta Sarasehan Front Desk PT Daya Adicipta Mustika se-Jawa Barat yang digelar di Wisma Shalom, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan setelah menyantap sarapan, Selasa (20/12). Korban langsung dilarikan ke dua rumah sakit di Cimahi, yaitu 19 orang ke RSUD Cibabat dan 59 orang ke RS Mitra Kasih.

Kapolsek Cisarua, AKP Jaya Hadianto, mengatakan kejadian tersebut berawal ketika sekitar 250 peserta sarasehan menyantap sarapan berupa nasi kuning, orek tempe, sayur labu, sambal goreng, dadar telur, dan air mineral setelah melakukan acara senam pagi.
Pada pukul 09.00, mereka memasuki aula untuk mengikuti materi sarasehan tersebut. Baru pada pukul 11.00, di tengah acara itu, sebagian peserta mengalami mual dan muntah.

"Mereka pun kemudian dibawa ke rumah sakit. 19 orang dibawa ke RS Cibabat Cimahi dan 42 orang dibawa ke RS Mitra Kasih Cimahi. Korban yang di RS Cibabat sudah bisa dibawa pulang, sedangkan 4 korban lainnya di RS Mitra Kasih masih dipertimbangkan apakah akan dirawat inap atau tidak," ujar Jaya saat ditemui di RS Cibabat, Selasa (20/12) petang.

Pihaknya, kata Jaya, langsung mendatangi tempat kejadian dan mengambil sampel makanan yang tersisa dan muntahan korban. Baru pada Rabu (21/12), pihaknya akan membawa sampel tersebut ke Balai POM untuk diteliti lebih lanjut.

"Kami belum mendapatkan keterangan dari katering mana makanan tersebut berasal. Kami masih terfokus untuk mengurusi para korban yang diduga keracunan ini," katanya.
Menurut salah seorang korban, Henhen Ruhenda (35), Selasa pagi kemarin, dia dan sekitar 250-an karyawan sub dealer dari Main Dealer Daya Adi Cipta Mustika Cibeureum se-Jawa Barat, mengikuti olah raga pagi. Setelah itu, tutur Henhen, dia dan para karyawan lainnya langsung menyantap sarapan pagi berupa nasi kuning.

"Sarapan paginya dilakukan secara perasmanan, ada nasi kuning, telor, tempe dan lain sebagainya," ujar Henhen ketika ditemui di RS Cibabat, Selasa sore kemarin.
Seusai menyantap sarapan nasi kuning, kata Henhen, dia dan karyawan lain tidak langsung merasakan efek nasi kuning itu. Namun, menurut dia, sekitar satu jam kemudian, dia dan puluhan karyawan langsung mengalami rasa mual perut yang tidak lama kemudian diiringi muntah dan buang air besar hanya dalam interval menit saja.

"Saya langsung mual-mual dan buang air besar. Mungkin jaraknya kurang dari lima menit, langsung muntah dan buang air besar lagi. Begitu seterusnya hingga satu jam lebih," katanya.
Keterangan serupa diutarakan Nika Farlina (24). Nika yang hingga sore kemarin masih terlihat lemas, juga merasakan mual dan muntah seusai menyantap nasi kuning. "Saya terus-terusan muntah dan buang air. Saya lemas sekali," katanya.

Melihat kondisi seperti itu, pihak perusahaan langsung melarikan para karyawan yang diduga kuat mengalami keracunan itu ke rumah sakit. Para korban dilarikan ke RS Cibabat sekitar pukul 12.00 siang, sementara rombongan kedua dilarikan ke RS Mitra Kasih yang jaraknya tidak terlalu jauh dari RS Cibabat sekitar pukul 12.30.

Sebagian Pulang

Di dua rumah sakit itu para karyawan langsung menjalani perawatan intensif dengan cara diinfus dan diberikan beberapa obat penetralisir racun.
Menurut dr Tati, dokter piket RS Cibabat sore kemarin, dari data yang ada di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tercatat ada 19 korban yang masuk ke ruang IGD RS Cibabat. Semuanya, kata Tati, mengalami gejala yang sama. "Gejalanya yaitu mengalami mual, muntah, serta buang air besar," ujarnya.

Sebagai tindakan, tutur Tati, pihak rumah sakit lalu melakukan infus dan suntik obat mual dan obat pusing kepada pasien. "Sore ini (kemarin, Red) hampir semua pasien sudah diperbolehkan. Kondisinya rata-rata sudah stabil," terang Tati.

Sementara dari data di RS Mitra Kasih, tercatat ada 59 korban yang keluar masuk ruang IGD. Menurut dokter IGD RS Mitra Kasih, dr Rizky Danang, para pasien tersebut juga mengalami kondisi mual, muntah dan buang air besar. "Alhamdulillah tidak ada yang berat, bahkan mereka sebagian besar sudah bisa pulang," katanya.
Share:

Cimahi Beli Peranti E-KTP Karena Kiriman Pusat Lambat

Pemerintah Kota Cimahi berencana membeli sembilan peranti e-KTP dengan harga per peranti sekitar Rp 60 juta, bersumber APBD 2012.

Kehadiran peranti baru dibutuhkan untuk mempercepat proses pembuatan e-KTP yang selama ini terganjal kelambanan Pemerintah Pusat dalam menyediakan peranti pinjaman. Dari 24 unit yang dijanjikan pada awal program, baru 14 unit yang datang dan semuanya belum bisa difungsikan.

Kasi Sistem Informasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi Wawan Haryana mengungkapkan, dengan sembilan peranti baru, proses pembuatan e-KTP nantinya bakal dilakukan di tiap-tiap kelurahan.

Selama ini, dengan hanya enam peranti, pembuatan dipusatkan di tiga kantor kecamatan. “Sejak awal program ini digulirkan, kami ingin pelayanan dilakukan di tiap-tiap kantor kelurahan. Dengan tambahan sembilan peranti, berarti satu kelurahan satu peranti. Itu langkah paling minimal,” katanya
Share:

Puncak Tahun Baru, Polres Cimahi Rekayasa Jalan

Menjelang puncak perayaan tahun baru yang jatuh pada Sabtu (31/12), Polres Cimahi akan melakukan rekayasa sejumlah jalan utama di Padalarang, Kota Cimahi, dan Lembang yang berada di wilayah hukum Polres Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP Anwar, S.I.K. melalui Kasat Lantas AKP Dadang Gunawan mengatakan, Padalarang, pusat Kota Cimahi, dan Lembang merupakan tiga titik wilayah yang menjadi prioritas pada saat malam pergantian tahun tersebut.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, penumpukan kendaraan maupun massa ada di tiga titik tersebut," kata Dadang kepada wartawan, Jumat (16/12).

Dijelaskannya, di wilayah Padalarang penumpukan kendaraan diperkirakan akan terjadi di Simpang Tagog. Karena wilayah tersebut menjadi daerah lintasan kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung maupun sebaliknya.

Menurut Dadang, rekayasa jalan baru akan dilakukan jika sudah mulai terlihat ada penumpukan kendaraan. "Rekayasa jalan akan dilakukan dari arah Cianjur. Kendaraan akan dibelokkan ke jalur menuju Purwakarta depan Polsek Padalarang, lalu masuk ke Cihaliwung dan keluar di Simpang Padalarang lalu ke Bandung. Rekayasa jalur ini juga sekaligus untuk memperlancar arus yang keluar dari tol menuju Cianjur," bebernya.

Sementara untuk Kota Cimahi, diperkirakan keramaian massa serta kendaraan akan terkonsentrasi di Alun-alun Cimahi. Untuk mencegah terjadinya penumpukan arus kendaraan maka Jln. Gandawijaya kemungkinan besar akan ditutup dan disterilkan dari kendaraan. "Jika sudah mulai terjadi keramaian, mulai dari Cimahi Mal hinga Alun-alun, Jalan Gandawijaya akan disterilkan dan hanya berlaku untuk para pejalan kaki," katanya.

Dadang menuturkan, sebagai alternatif nantinya arus kendaraan akan dialihkan ke Jln. Sisingamangaraja, lalu keluar di Jln. Pojok kemudian ke Padalarang. Sementara kendaraan di Jln. Gatot Subroto akan diarahkan ke Jln. Lurah.

Untuk wilayah Lembang, kemungkinan akan diberlakukan sistem buka tutup. Penutupan jalan akan dilakukan di arah Grand Hotel Lembang dan ditarik ke arah Bandung atau wilayah hukum Polrestabes Bandung. Namun apabila dari arah Bandung juga terjadi kepadatan, terang Dadang, maka arus kendaraan akan ditarik mengarah ke Subang.

Ditegaskannya, selama arus masih lancar dan bisa dikendalikan maka rekayasa jalan tidak akan dilakukan. "Rekayasa akan diberlakukan jika situasi arus memang memerlukan pengalihan. Jadi semuanya tergantung situasi. Namun yang jelas kami sudah siapkan semua langkah antisipasi untuk memecah penumpukan arus di titik-titik rawan," katanya.

Untuk pengamanan malam Tahun Baru 2012, Dadang mengaku akan menurunkan seluruh pasukan, yaitu 203 personel. Jumlah ini mungkin akan bertambah, mengingat yang diterjunkan untuk pengamanan tahun baru ini juga akan melibatkan kesatuan lainnya.
Share:

Kamis, 10 November 2011

8 Mempelai Menikah di Tanggal Cantik 11-11-11

TIDAK hanya kalangan selebritas yang memilih tanggal cantik 11 November 2011 atau 11-11-11 sebagai hari pernikahannya. Masyarakat biasa pun tidak ketinggalan memilih tanggal tersebut sebagai hari untuk berikrar dan berijab kabul dalam pernikahannya.

Setidaknya, gambaran antusiasme warga memilih tanggal 11-11-11 untuk hari pernikahan itu tergambar dari daftar nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Cimahi Tengah. Hingga Senin (7/11), tercatat sebanyak 8 pasangan yang mendaftar untuk menikah pada hari Jumat tanggal 11 November 2011 ini.

"Sampai hari ini (kemarin, red), tercatat ada 8 pasangan yang mendaftar menikah di tanggal 11, bulan 11, tahun 2011. Mungkin karena tanggalnya bagus dan mudah diingat, banyak pasangan yang ingin melangsungkan pernikahannya di hari itu," kata Staf Pelaksana KUA Kec. Cimahi Tengah, Saiful Yunus di ruang kerjanya, Senin (7/11).

Meskipun cukup banyak pasangan yang menikah pada tanggal 11 November 2011, Saiful memastikan, hal itu tidak akan menjadi masalah. Sebab KUA Cimahi Tengah memiliki 3 orang penghulu dan 3 pembantu pegawai pencatat nikah (P3N).

"Sebisa mungkin kami mengatur jadwal pelaksanaan akad nikah. Dengan begitu, pelaksanaan akad nikah di satu tempat harus betul-betul memperhitungkan waktu si penghulu. Jangan sampai molor dari jadwal yang telah disepakati. Jadi pemilik hajat harus berkomitmen dengan waktu yang telah disepakati dengan penghulu," tutur Saiful yang juga mantan penghulu.

Selain 8 pasangan yang akan menikah pada tanggal 11-11-11, Saiful menginformasikan, tercatat 37 pasangan yang sudah mendaftar menikah dalam sepekan terakhir. "Pendaftaran nikah dari tanggal 31 Oktober sampai hari ini (kemarin, red) tercatat ada 37 pasangan dan 8 pasangan diantaranya menikah pada tanggal 11 November. Tingginya pendaftaran nikah tidak hanya di kantor KUA Cimahi Tengah tetapi juga Cimahi Selatan dan Cimahi Tengah. Apalagi banyak yang meyakini pada bulan haji ini merupakan waktu yang bagus untuk melangsungkan pernikahan," terangnya.
Share:

Kamis, 29 September 2011

Pembatasan Tonase Harus Diberlakukan di Jln. Kerkoff Cimahi

Pemkot Cimahi diharapkan memberlakukan pembatasan tonase di Jln. Kerkoff yang kini sedang diperbaiki. Sebab kerusakan Jln. Kerkoff diperkirakan akibat tonase truk yang melintas.

Permintaan diberlakukannya pembatasan tonase disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi, Robin Sihombing kepada wartawan, Rabu (28/9). Robin juga mendesak agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi segera memasang plang batas beban maksimum kendaraan di Jln. Kerkoff.

"Dalam pembahasan peraturan daerah (perda) tentang pelayanan perhubungan di Kota Cimahi belum lama ini, kita sudah minta Dishub segera memasang plang pembatasan tonase, sesuai dengan kualitas jalan," kata Robin.

Dijelaskan Robin, pembatasan tonase bisa dilakukan dengan kewenangan pemerintah daerah. Sementara untuk penegakan hukum dapat dilakukan dengan mengacu pada UU Lalu Lintas No. 22/2009 dan Perda Pelayanan Perhubungan di Kota Cimahi. "Kita lihat saja bagaimana pelaksanaannya nanti,"tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Wawan Herawan mengatakan, belum ada pembicaraan yang spesifik dengan DPRD, terkait pembatasan tonase saat pembahasan Perda Pelayanan Perhubungan. "Di dalamnya hanya sebatas membahas perda saja," tegas Wawan saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cimahi, Achmad Nuryana sempat mengatakan, beban maksimum Jln. Kerkoff sebenarnya hanya sekitar 30 ton. "Tapi truk yang melintas ada yang sampai lebih dari 30 ton. Beban yang paling berat biasanya berasal dari truk pengangkut batu bara," terangnya.

Mengenai pembatasan tonase, diakuinya memang diperlukan. Namun kewenangan itu ada di Dishub. "Pembatasan tonase sepenuhnya kewenangan Dinas Perhubungan, kita hanya sebatas berkoordinasi. Beberapa ruas jalan, memang seharusnya ada pembatasan tonase," katanya.
Share: