Saipul Jamil Tebar Pesona ke Perempuan Seksi Asal Cimahi

Tak hanya Alfinatul Mufidah alias Fida yang didekati Saipul Jamil, duda Dewi Perssik itu juga tengah tebar pesona kepada Risma , wanita seksi asal Cimahi, Jawa Barat.

Nama Risma tiba-tiba muncul sebagai wanita yang dikabarkan menjadi 'pacar cadangan' Saipul. Jika Fida terang-terangan menolak sebagai pacar cadangan, Risma malah terlihat lebih legowo.

"Mungkin Abang (Saipul Jamil) masih mau pilih-pilih, bukan cadangan yang bagaimana. Abang cari yang terbaik kali ya. Nikah kan satu kali seumur hidup," bela Risma ketika bertemu di Studio Palem, jalan Flamboyan No.10, Kemang Utara X, Jakarta Selatan.

Tak sedikit yang menilai Risma sekadar mencari popularitas. Namun, anggapan itu langsung dipatahkan oleh Risma sendiri. Ia mengaku hubungannya dengan Saipul serius. Ia mengaku serius saat didekati Saipul Jamil .

"Yakin sih, bagaimana nanti saja. Kalau Abang serius, ya, aku serius. Kalau memang jodoh sama Risma, kenapa enggak. Suka atau enggak balik lagi ke Risma," tuturnya. Okki/Tabloidnova.com

 

Empat Jabatan Esselon II di Pemkot Cimahi Dibiarkan Kosong

Sedikitnya empat jabatan struktural eselon II di lingkungan Pemkot Cimahi dibiarkan kosong. Kebutuhan rotasi dan mutasi di jajaran satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) Pemkot Cimahi sangat mendesak untuk mengisi kekosongan tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cimahi Dantje Sunanda, di kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (26/1/2015).

Empat kursi eselon II yang kosong yaitu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), dan 2 staf ahli yakni bidang pemerintahan, hukum dan politik, serta staf ahli ekonomi dan keuangan.

"Kekosongan jabatan ini akibat ada pejabat yang pensiun, ada yang sedang dalam proses hukum dan ada juga yang ikut pemilihan anggota dewan," ungkap Dantje.

Kosongnya empat jabatan eselon II itu diakibatkan karena masa kerja pejabat memasuki masa pensiun seperti Kadishub Tatang Turhendi. Dua posisi staf ahli kosong karena masing-masing menjadi calon anggota legislatif (Caleg) pada Pemilu Legislatif 2014 yaitu Kardin Panjaitan dan Didi Djamhir menjadi kandidat pada Pemilihan Kepala Daerah Kab. Sumedang. Selain itu, ada juga yang tersandung kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi yaitu Kadisdikpora Eddy Junaedi.

Untuk mengantisipasi kekosongan jabatan di beberapa SKPD, Wali Kota Cimahi Atty Suharti telah menunjuk staf ahli Erik Yudha sebagai pelaksana tugas (Plt) Kadishub, dan Sekretaris daerah (Sekda) Bambang Arie Nugraha sebagai Plt Kadisdikpora.

Diyakini Dantje, situasi tersebut tidak akan terlalu berpengaruh terhadap roda pemerintahan sebab telah ditunjuk pejabat pelaksana tugas. Meski demikian, diakuinya, alangkah baiknya kekosongan tersebut segera diisi. (Ririn NF/A-88)

 

58 Minimarket Tak Berizin di Kota Cimahi

Sebanyak 58 minimarket di Kota Cimahi belum memiliki izin operasi. Kendati demikian sejumlah minimarket tersebut masih terus melakukan aktivitas usaha.

“Sampai saat ini ada 58 minimarket yang belum berizin,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Asisten Perekonomian Kota Cimahi Yandi saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. Dikatakannya, sampai Desember 2014 awalnya ada 73 minimarket di Cimahi yang dijatuhi surat peringatan 1 (SP1). Setelah diperingati kedua dan ketiga kalinya jumlahnya menjadi 58 minimarket.

Setiap minimarket yang ada di Kota Cimahi berdasarkan perda harus mem perpanjang perizinannya setelah jatuh tempo yang di berikan selama 5 tahun. “Setelah diberikan peringatan, selanjutnya dipanggil, kalau masih membandel, akan langsung ditindak oleh Satpol PP Cimahi,” sambungnya.

Menurutnya, Wali Kota Cimahi sebelumnya telah menyarankan untuk melakukan kajian terkait diberlakukannya moratorium bagi pertumbuhan minimarket di Kota Cimahi. Namun, perda hanya mengatur tentang permasalahan jarak antar minimarket. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Bambang Arie Nugroho mengatakan, pihaknya terus melakukan klarifikasi mana saja minimarket yang izin nya belum lengkap.

“Karena kebanyakan ada yang pemahaman izinnya dari pu sat. Makanya saat ini dalam penertiban kami dan secepatnya diselesaikan,” kata Bambang saat dihubungi melalui telpon selulernya, kemarin. Disinggung terkait jarak atau wilayah dalam mendirikan mi nimarket sesuai dengan perda, hal tersebut sudah tertuang dalam perda.

“Tentu ada karena ini pun lebih tentang keberpihakan kepada usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Cimahi. Makanya ada keterkaitannya dengan klausul dalam perda,” terangnya. Ditanya soal adakah rencana moratorium izin mendirikan minimarket di tahun 2015, kata Bambang, kebijakan mendirikan minimarket baru masih tertutup hingga izin 73 minimarket selesai.

Pasalnya, hampir di seluruh wilayah Kota Cimahi ada saja minimarket yang belum selesai perizinannya. “Nanti dari hasil sidak ada eksekusinya. Kami pun akan memilah-milah dulu data minimarket mana saja yang belum dan mana yang harus di pertimbangkan untuk bertemu investornya,” terangnya.

Terdakwa Perjalanan Dinas DPRD Cimahi Terancam 20 Tahun Penjara

Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi tahun 2011, terancam hukuman 20 tahun penjara. Ancaman dilontarkan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang yang dipimpin Barita Lumban Gaol di Pengadilan Tipikor PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (21/1/2015).

JPU menghadirkan ketiga terdakwa walaupun dalam berkas terpisah. Ketiganya adalah Kuwandi, mantan Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) di Sekretariat Dewan (Setwan) Kota Cimahi, Nana Supriatna, mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) DPRD Kota Cimahi, dan Erlis Ekafitriana mantan PPTK Rapat-rapat Alat Kelengkapan Dewan DPRD Kota Cimahi.

Dalam berkas dakwaan, JPU Kejari Cimahi Sulta D Sitohang menyebutkan ketiga terdakwa dijerat dengan pasal yang sama, yakni dakwaan primer dan subsider. Untuk dakwaan primer, ketiganya dijerat pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dan diperbaharui dengan UU No 20/2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Untuk dakwaan subsider, ketiganya dijerat dengan pasal 3. Ancaman hukumannya sendiri maksimal 20 tahun penjara.

Dia menyebutkan, Ucu sebagai KPA di Setwan DPRD Kota Cimahi bersama dengan Eddy Junaedi (Pengguna Anggaran), Nana Supriatna, Erlis, dan sejumlah travel, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi. Mereka diduga melakukan perbuatan yang bertujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana. "Akibat perbuatan terdakwa Ucu, negara dirugikan sebesar Rp 1.898.508.934," katanya.

Dia menjelaskan, Ucu diduga memperkaya diri sendiri sebesar Rp40.268.350. Sedangkan akibat perbuatan Nana, negara diduga dirugikan sebesar Rp1.087.537.869. Nana diduga menguntungkan diri sendiri sebesar Rp31.869.433. Sementara akibat perbuatan terdakwa Erli, negara dirugikan sebesar Rp 810.971.065. Erlis diduga sudah memperkaya diri sendiri sebesar Rp30.633.200.

Jalur Lingkar Utara Cimahi Belum Bisa Diakses

Perkantoran Kota Cimahi
Jalur lingkar utara Kota Cimahi baru bisa dibuka pertengahan hingga akhir tahun 2015. Infrastuktur pendukung ruas Jln. Aruman sebagai akses lingkar utara tersebut belum dibangun secara menyeluruh.

Pantauan di lapangan, Selasa (20/1/2015), pengendara sepeda motor terlihat melintasi ruas Jln. Aruman. Di lokasi terlihat rambu-rambu lalu lintas terpasang, bagian yang masih kurang diantaranya penerangan jalan umum (PJU), saluran drainase, trotoar, dan taman.

Salah satu pengendara sepeda motor, Vica (32), mengaku sudah sering melintasi Jln. Aruman meski belum resmi dibuka. "Mudah-mudahan cepat dibuka untuk umum. Kalau bisa ditambah penerangan, cukup rawan juga kalau malam hari kan daerah sekitarnya masih kebun gitu," katanya.

Ruas jalan tersebut panjangnya 546 meter dengan lebar jalan utama 7 meter dan lebar keseluruhan 14 meter. Di bagian tengah terdapat jembatan yang menyambungkan akses transportasi antara RT 6 RW 7 Jln. Aruman Kelurahan Cibabat dan RT 3 RW 14 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi Agus Joko mengatakan, jalan Aruman merupakan salah satu jalan yang termasuk pada jalur lingkar utara di Kota Cimahi. Rute jalur lingkar utara ini mulai dari jalan Sangkuriang, jalan Kolonel Masturi, Jln. Encep Kartawiria, Jln. Ciawitali, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Jln. Daeng Muhammad Ardiwinata, Jln. Jati Serut, Jln. Pesantren dan Jln. Aruman yang menembus Kompleks Cimindi Raya menuju Jln. Budi dan akses Pasteur Kota Bandung.

‪"Akses jalan Aruman ini baru akan dibuka secara resmi pada pertengahan atau akhir tahun 2015. Perlengkapan jalan belum selesai, baru badan jalan saja yang selesai. Diantaranya drainase, rambu-rambu, Penerangan jalan umum dan lain-lain," ungkap Agus.‬

Pembangunan jalan ini akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2015 dengan mengajukan anggaran bantuan Pemprov Jabar. "Kami akan melanjutkan pembangunan jalan ini pada tahun anggaran 2015 dengan mengajukan anggaran Pemprov sebesar Rp 5 miliar," terangnya.‬

‪Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Santoso Anto mengatakan, jalur lingkar utara diharapkan menjadi alternatif jalu transportasi untuk memecah kemacetan di ruas utama Jln. Jend. Amir Mahmud. "diperlukan adanya penataan yang matang. Jangan memindahkan macet Aruman, tapi mengurai macet di jalur utama. Karena itu butuh rekayasa lalu lintas," katanya

Industri animasi Cimahi dilirik Asia dan Eropa

Baros Information Technology Creative (BITC) dan Cimahi Creative Association (CCA) yang menekuni bidang industri kreatif animasi mulai dilirik sejumlah negara dari Asia dan Eropa dalam pembuatan film.

"Perkembangan animasi di Kota Cimahi bagus, sehingga banyak menerima order film," kata Ketua CCA Rudy Suteja di Kota Cimahi, Selasa.

Ia menuturkan, industri film besar di luar negeri itu membutuhkan keahlian khusus dalam pembuatan animasi.

Ia mengungkapkan, bangga Kota Cimahi diperhitungkan dan dipilih oleh negara asing dengan banyaknya permintaan pembuatan film.

"Kami bangga Cimahi menjadi bagian salah satu pelaksana kota industri animasi, menjadi kota diperhitungkan dalam industri animasi," katanya.

Ia menambahkan, selain Cimahi ada juga studio animasi di Kota lainnya di Indonesia yang dinilai menunjukkan kemajuan seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Batam.

Studio di luar daerah itu, kata dia, sering bekerjasama dengan Kota Cimahi dalam pembuatan proyek film permintaan dari luar negeri.

Ia menambahkan, teknologi informasi di Kota Cimahi telah menunjukan perkembangan yang baik sehingga harus terus didorong mengikuti perkembangan teknologi.

Menurut dia, upaya itu penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean 2015.

"Perlu kesiapan SDM teknologi informasi untuk mengambil peluang perdagangan bebas tahun 2015," katanya.