Informasi Seputar Kota Cimahi

Tryout CPNS 2021

Pusat Pembelajaran CPNS Online 2021.

Prediksi Soal Soal CPNS 2021

Contoh contoh soal CPNS yang telah terbukti meluluskan di Kementerian dan Pemerintah Daerah

Siapkah Anda CPNS 2021

Langkah Cepat Menyiapkan Tes CPNS 2021

Selasa, 16 November 2010

Pemkot Cimahi Adakan Khitanan Massal

Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional Tahun 2010, Pemerintah Kota Cimahi mengadakan acara khitanan massal. Sebanyak 62 anak dari seluruh kelurahan di Kota Cimahi mengikuti sunatan missal, di aula gedung B Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Jum’at (12/11). Khitanan massal itu terutama ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Pemkot Cimahi Adakan Khitanan MassalSejumlah bingkisan menarik mampu menghibur para pengantin sunat. Seperti pakaian sunat mulai dari sandal, sarung, baju koko hingga kopiah. Juga satu nampan tumpeng hias, roti buaya, kue tart, aneka snack, dan angpau Rp 50 ribu yang melengkapi sukacita di hari bahagia mereka.

Biaya khitanan massal yang melibatkan para tenaga medis ini ditanggung oleh Pemerintah Kota Cimahi. Anak-anak yang mengikuti khitanan secara massal ini merupakan rekomendasi dari pemerintahan setempat masing-masing.

Hadir dalam acara ini, Walikota Cimahi Ir.H.M. Itoc Tochija, MM, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Cimahi, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, para asisten, para kepala SOPD serta para camat dan lurah
Share:

Siswa SD dan SMP Peroleh Bantuan PNPM 2010

Sebanyak 83 siswa SD dan 25 siswa SMP di Kel. Karangmekar, Kota Cimahi, menerima bantuan perlengkapan sekolah dari dana PNPM tahun 2010. Bantuan tersebut langsung diberikan di gedung serbaguna kelurahan setempat, Senin (15/11).

"Ini salah satu bantuan sosial yang disalurkan," ujar Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kel. Karangmekar, Syarif Hidayat.

Ia mengatakan, di bidang sosial, bantuan juga dilaksanakan berupa pemberian biaya bimbingan belajar kepada siswa kelas IX, dengan jumlah 31 siswa. Tujuannya untuk memacu prestasi hingga menghadapi ujian negara. Sedangkan bantuan lainnya yang diberikan, yaitu bagi kader posbindu/posyandu kepada 72 orang warga.

Selain itu, bantuan dengan total Rp 175 juta dari biaya APBN dan APBD pada tahap kedua ini dipergunakan juga untuk pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mekar Bersih, Kel. Karangmekar berupa rabat beton di RW 03, pembuatan biopori di 43 titik, dan 3 unit roda sampah dengan lokasi di RW 01, 03, dan RW 07.

Bantuan tersebut juga digunakan untuk pembenahan jalan setapak sepanjang 4.588 meter, kirmir sepanjang 55 meter, drainase 1.014 meter, pembangunan tujuh unit sarana air bersih, enam unit MCK dan air bersih, rehabilitasi sembilan unit rumah warga, pembuatan satu titik sumur resapan, satu unit tempat pengolahan sampah dan satu unit kantor posyandu.

Belum lagi kegiatan sosial yakni berupa pemberian beasiswa kepada 107 siswa, pemberian makanan tambahan bagi 47 anak, pelatihan 115 kader posyandu, pelatihan perbengkelan kepada 10 orang warga, pelatihan komposting skala rumah tangga bagi 70 orang warga, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di 21 RW, pelatihan komputer bagi 10 orang warga, serta pemberian bantuan sarana bagi delapan unit pos PAUD.

Sementara itu, Koordinator BKM Paguyuban Warga Amanah Sejahtera Kel. Padasuka, Djayadi Rachmat menuturkan, pembangunan infrastruktur lainnya yaitu berupa rehabilitasi dua unit rumah, penyediaan dua unit MCK, satu unit sarana air bersih, pembangunan drainase sepanjang 300 meter, jalan setapak 517 meter.
Share:

1% Hewan Kurban Ditemukan Berpenyakit

Sedikitnya 1-2% hewan kurban yang dijual di Kota Cimahi berpenyakit. Selain ORF seperti penyakit dakangan/bengoren, penyakit lain yang ditemukan pada hewan kurban yaitu timpani (kembung/ cacingan) dan penyakit mata.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang Pertanian Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan, dan Pertanian (Diskopintagtan), drh. Suyoto kepada wartawan di Puskeswan Kota Cimahi, Jln. Baros, Senin (15/11). "Selama ini Cimahi sudah bebas dari ORF, tetapi penyakit ini nyatanya masih ditemukan saat pemeriksaan hewan kurban. Rupanya, hewan tersebut bukan asli dari Cimahi, tetapi memang didatangkan dari daerah lain," katanya.

Ia menyampaikan, tiga penyakit tersebut jika secepatnya ditangani maka hewan kurban akan kembali sehat dan dapat dikonsumsi. "Kami menemukan tiga penyakit itu di sejumlah tempat penjualan hewan kurban pada saat pemeriksaan kesehatan sejak H-10. Ketika ditemukan harus langsung dipisahkan dengan hewan lainnya yang sehat, karena penyakit tersebut menular. Tetapi dapat sembuh jika tertangani dengan pengobatan yang intensif," katanya.

Suyoto menyampaikan, saat ini jumlah sapi yang telah diperiksa antemortem sebanyak 411 ekor. Mengalami penurunan sebanyak 63 ekor dibandingkan tahun lalu yaitu 474 ekor. Sedangkan domba yang telah diperiksa sebanyak 4.349 ekor dan mengalami peningkatan sebesar 105 ekor dibandingkan tahun lalu yaitu 4.244 ekor.

"Total sapi dan domba yang telah diperiksa sebanyak 4.760 ekor. Masih ada 0,1% yang belum diperiksa. Karena pemeriksaan tidak hanya berlangsung sebelum kurban, tetapi juga pada pelaksanaan pemotongan hewan kurban," katanya.

Suyoto menyebutkan, tahun lalu, sapi dan domba yang dipotong sebanyak 4.713 ekor. "Tahun ini belum tahu jumlah hewan yang akan dipotong. Karena, hewan kurban yang dijual itu belum tentu laku semuanya. Tapi jika melihat populasi, jumlahnya meningkat sekitar 3.000-an dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini populasi domba/kambing sebanyak 13.250 ekor, sedangkan sapi 565 ekor," katanya.

Kendati populasinya meningkat, namun sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Seperti yang dilontarkan Nendi (27). Menurutnya, tingginya harga jual sapi membuat permintaan menjadi menurun.

"Belum begitu ramai. Biasanya sehari menjelang Iduladha sudah banyak yang beli. Kalau sekarang banyaknya baru yang nawar-nawar," ujar Nendi.
Share:

Kantor Pos Dipadati Pelamar CPNS

MENJADI pegawai negeri sipil (PNS) boleh jadi menjadi impian bagi banyak orang. Terbukti dalam setiap pembukaan CPNS daerah, ribuan peminat berlomba-lomba mengirimkan surat lamaran dengan berbagai persyaratannya melalui pos.

Dengan begitu, tidak heran setiap kantor pos di daerah sejak Senin (15/11) mulai dipadati pelamar CPNS. Seperti yang "GM" temui di Kantor Pos Cimahi, Jln. Gatot Subroto. Kendati Pemkab Cimahi tidak membuka lowongan CPNS, namun minat masyarakatnya begitu besar bekerja sebagai pelayan publik. Sehingga, lamaran CPNS pun ditujukan di sejumlah lowongan di Kab. Bandung Barat maupun di daerah lainnya.

Seperti yang dilakukan Nurani (26), warga Kel. Padasuka, Kec. Cimahi Tengah. Baginya, mengikuti tes CPNS merupakan yang kesekian kalinya. Sebelumnya, dengan ijazah D3 ia mencoba pertaruhannya untuk masuk menjadi tenaga administrasi logistik di Cimahi. Namun pada 2008 ia tidak lolos. Kemudian setelah melanjutkan sekolah ke S1, perempuan berjilbab ini mencoba mengisi 4 tempat untuk guru matematika di SMP, Kab. Bandung Barat.

"Saya juga melamar ke Depag Ciamis dan tesnya pada 24 November nanti. Ya, semoga saja tes yang kesekian kalinya ini membuahkan hasil. Saya bisa diterima menjadi CPNS, berharap ada keajaiban," kata Nurani penuh harap.

Berbeda dengan Nurani, pelamar lainnya, Firmansyah (21), warga Jln. H. Gofur, Kab. Bandung Barat, tidak begitu berharap bakal lolos. "Kalau lolos alhamdulillah, tapi sekalipun gagal pada tes ini saya memang sudah merencanakan kuliah lagi. Jadi, tidak masalah, tes CPNS nantinya untuk nambah-nambah pengalaman saja," kata Firmansyah yang baru lulus dari Akper Dustira ini.

Pengiriman via pos yang merupakan salah satu syarat lamaran, membuat PT Pos Cabang Cimahi membuka loket tambahan untuk membantu pelayanan. Kepala Kantor PT Pos Cimahi, Azhari Roza menyampaikan, membeludaknya jumlah pengirim dirasakan sejak kemarin. "Pelayanan pengiriman surat lamaran CPNSD sudah buka sejak Jumat lalu. Tapi jumlah pengirim mulai membeludak pada hari ini. Mungkin kemarin mereka masih mempersiapkan perlengkapan dan syarat lainnya yang dilampirkan dalam surat lamaran," kata Azhari saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk memperlancar pelayanan, Kantor Pos Cabang Cimahi menyiagakan 3 loket tambahan, khusus pengiriman surat lamaran CPNS. Sehingga, pelamar CPNS tidak perlu mengantre dengan publik yang memiliki kepentingan lain. (cucu sumiati/"GM")**
Share:

Dinkes Periksa 500 Warga Kel. Melong

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi segera memeriksa kesehatan 500 warga Kel. Melong, Kec. Cimahi Selatan, terkait penyebaran penyakit filariasis (kaki gajah).

Pemeriksaan terhadap 500 warga tersebut, rencananya akan dilakukan awal 2011. Pemeriksaan perlu dilakukan, mengingat kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Kab. Bandung yang rawan penyebaran penyakit filariasis.

"Dalam mewujudkan upaya pencegahan penyakit tersebut, Dinkes Kota Cimahi akan meminta bantuan kepada pemerintah pusat dan provinsi," ungkap Kepala Bidang Pengendalian, Pemberantasan Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kota Cimahi, dr. Fitriani Manan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/11).

Ia mengatakan, dilibatkannya pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan tersebut, karena anggaran yang dibutuhkan untuk pemeriksaan 500 orang warga dari sampel darah jari (SDJ) itu, sebagai pemetaan pemerintah pusat.

Dijelaskannya, dana yang dibutuhkan lumayan besar kalau untuk ukuran Dinkes Kota Cimahi, yakni Rp 20 juta untuk sekali pengambilan sampel darah jari. "Belum lagi, para petugas yang akan dilibatkan setidaknya harus diberi uang lembur. Terlebih, pengambilan darah untuk filariasis hanya bisa dilakukan pada malam hari," tutur Fitri.

Adapun alasan pemilihan waktu malam hari, lanjutnya, karena biasanya virus penyakit kaki gajah tersebut beredar di dalam darah pada malam hari. Sementara pada siang hari tidak akan terlihat.

Filariasis atau yang lebih dikenal dengan penyakit kaki gajah adalah sejenis penyakit infeksi yang bersifat menahun. Penyebabnya cacing filaria, yang kemudian ditularkan semua jenis nyamuk. Penyakit tersebut dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantung buah zakar, payudara, dan kelamin wanita.

Ia menegaskan, Kota Cimahi bukan daerah endemi filariasis. Kendati demikian, di Cimahi sampai saat ini telah ditemukan dua orang warga yang dinyatakan suspect filariasis. Keduanya warga Kel. Cibabat dan Leuwigajah.

Karena Cimahi bukan daerah endemi filariasis, tambah Fitri, pihaknya tidak mempersiapkan program khusus untuk melakukan terapi.

"Beberapa waktu lalu kita pun pernah melakukan pemeriksaan darah jari kepada warga yang berbatasan dengan wilayah Kec. Margaasih, Kab. Bandung. Hasilnya ditemukan terdapat satu orang warga yang suspect," paparnya
Share:

Hari ini Muhammadiyah Gelar Salat Iduladha

Hari ini jemaah Muhammadiyah di seluruh Indonesia akan melaksanakan salat Iduladha, termasuk jemaahnya di Kota Cimahi. Selasa (16/11) ini mereka akan menggelar salat di halaman SMP/SMA Muhammadiyah, Jln. Amir Machmud.

Ketua pelaksana salat Iduladha Muhammadiyah Kota Cimahi, Nana Gerhana mengatakan, salat Iduladha yang dijadwalkan mulai pukul 06.00 WIB akan dipimpin iman dan khatib H. Zaenal Muttaqin. "Kami melaksanakan salat Iduladha Selasa (hari ini, red), sehari lebih cepat dari waktu yang telah dijadwalkan pemerintah, Rabu (besok, red). Karena kami merujuk pada pelaksanaan wukuf di Arafah yang berlangsung hari ini (Senin kemarin, red). Sehingga pimpinan Muhammadiyah menginstruksikan agar pelaksanaan salat berlangsung Selasa," papar Nana saat ditemui di SMP/SMA Muhammadiyah, Senin (15/11).

Dijelaskannya, halaman SMP/SMA Muhammadiyah menjadi tempat pelaksanaan salat karena pihaknya tidak mendapat izin untuk menggunakan tempat lain yang lebih strategis. "Awalnya kami akan menggunakan Lapangan Rajawali. Tapi karena rumputnya baru maka belum bisa dipakai. Begitu pula dengan lapangan RSUD Cibabat dan Lapangan Futsal Cibabat, tidak memberikan izin. Akhirnya kami menggunakan halaman sekolah dan ruang kelas yang dapat menampung sekitar 500 jemaah," kata Nana yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Cimahi ini.

Sebagai persiapan, kemarin pihak sekolah sudah mulai membersihkan lantai dan halaman yang akan digunakan salat. Nana menambahkan, meskipun pelaksanaan salat sehari lebih cepat, namun pemotongan hewan kurban dilakukan serentak, Rabu (17/11).

Ia menyampaikan, perbedaan pelaksanaan salat Iduladha dalam lima tahun ini terjadi dua kali. Terakhir tahun 2008, Muhammadiyah melakukan salat lebih awal dibandingkan pemerintah. "Dua tahun lalu berlangsung di Lapangan Rajawali dan jumlah jemaahnya melebihi perkiraan," tambahnya.

Nana meyakinkan, perbedaan pelaksanaan salat antara Muhammadiyah dengan kebanyakan, bukan untuk saling menyalahkan. Hal ini tergantung keyakinan, apakah merujuk pada wukuf di Arafah atau berdasarkan kalender pemerintah.

"Sekarang perbedaan masalah keyakinan ini cukup diterima masyarakat. Sehingga tidak ada kekhawatiran akan ada penyerangan dari pihak yang berbeda keyakinan itu. Kondisi ini berbeda dengan bebarapa tahun lalu, ketika masyarakat lebih sensitif dengan perbedaan. Misalnya ketika kami memasang spanduk pengumuman salat Iduladha, saat itu banyak yang hilang. Kini spanduk pengumuman pelaksanaan salat tetap terpajang di beberapa titik," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polres Cimahi, Kompol Ruhanda menyatakan, pihaknya akan menerjunkan 475 personel dalam pengamanan Hari Raya Iduladha. Tidak hanya selama pelaksanaan salat, personel juga ditempatkan di sejumlah tempat pemotongan hewan kurban. Termasuk pengamanan saat salat Iduladha hari ini.
Share: