Informasi Seputar Kota Cimahi

Tryout CPNS 2021

Pusat Pembelajaran CPNS Online 2021.

Prediksi Soal Soal CPNS 2021

Contoh contoh soal CPNS yang telah terbukti meluluskan di Kementerian dan Pemerintah Daerah

Siapkah Anda CPNS 2021

Langkah Cepat Menyiapkan Tes CPNS 2021

Selasa, 26 Juni 2012

Cimahi Belum Punya Gedung Kesenian

Janji pemerintah provinsi Jawa Barat dan Kota Cimahi untuk menjadikan Gedung Rio sebagai gedung kesenian di Kota Ciumahi belum terealisasi. Tidak adanya ruang beraktivitas seni budaya di Kota Cimahi menjadikan seniman dan budayawan lebih banyak beraktivitas di luar Kota Cimahi.

Diungkapkan Ketua Dewan Kesenian Cimahi Dede Syarif HD, pasca penyerahan aset Gedung Rio dari Pemprov Jawa Barat melalui Perusahaan Daerah Jasa dan Kepariwisataan (PD Jawi) kepada Pemkot Cimahi, September 2010 hingga kini belum ada tanda-tanda Gedung Rio akan menjadi Gedung Kesenian.
“Padahal saat penyerahan, secara jelas Dirut PD Jawi (Tenny Wishramwan) menyerahkan gedung (Rio) tersebut untuk dipergunakan sebagai gedung kesenian, tapi hingga saat ini belum terealisasi,” ujar Dede ditemui di sela-sela persiapan gelar seni, Senin (25/6/12).

Saat penyerahan aset (gedung Rio) dari PD Jawi oleh Tenny Wishramwan (waktu itu Dirut PD Jawi), kepada Sekda Kota Cimahi Encep Saepulloh, mewakili Pemkot Cimahi bertempat di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, diharapkan kelak gedung bekas bioskop tersebut menjadi fasilitas mengelar kesenian. Tapi nyatanya setelah diserahkan belum ada tanda-tanda akan menjadi gedung kesenian.

Sementara itu, Gedung Rio yang berjarak hanya sekitar 40 meter dari Pendopo DPRD Kota Cimahi, masih ditempati para pedagang kaki lima (PKL). “Sayang kalau banyak animo warga dalam berkesenian dan menikmati kesenian, tetapi tidak ada ruang ekspresi,” ujar Dede
Share:

Pergelaran Amal Bersama Ebiet G Ade

Yayasan Pondok Yatim Dhuafa Ulul Azmi Cimahi, akan menggelar konser musik amal bernuansa religi bertajuk "Renungan Menjelang Ramadhan 1433 H Bersama Ebiet G Ade bertempat di Cimahi Convention Hall, Jl. R. Demang Hardjakusumah No 1 Cimahi, Selasa (17/7/12).
Pemilihan Ebiet G Ade karena dianggap musiknya memberikan pencerahan. Acara yang digelar tiga hari menjelang bulan suci Ramadan ini menurut Ketua Yayasan Ulul Azmi, Obay Sobarna, konser amal ini demi kelangsungan kebutuhan yayasan.

"Kami tidak ingin hidup meminta-minta, dengan konser amal berbasis religi ini semoga. Dapat memberi nuansa dan suasana kebaikan juga manfaat bagi kita semu," ujar Obay yang didampingi Rachmat Kurnia (ketua panitia)dan Rudi Mulyadi (riders/art).
Ebiet G Ade sebagai musisi balada legendaris, menyambut baik adanya konser amal tersebut. "Acara begini yang saya tunggu, karena itu saya siap mendukung 100 persen. Lagu-lagu pun akan saya bawakan yang belum dinyanyikan ditempat manapun" ujar Ebiet.
Rachmat menambahkan, acara bersifat charity event ini sebgian penghasilannya akan diperuntukan buat bagi santunan anak-anak yatim dhuafa di Yayasan Ulul Azmi. "Secara tidak langsung penonton yang datang memberikan infak pada saudara kita," ujar Rachmat.

Share:

Bunga Bangkai Kembali Ditemukan di Cimahi

Setelah ditemukan di daerah Cimahi Selatan, sebuah bunga bangkai kembali ditemukan di Jalan Tutwuri Handayani 2, RT 01 RW 07, Kampung Cisurupan, Kelurahan Citeureup, Cimahi Utara. Tanaman tersebut tumbuh di halaman rumah Jubaedah (55 tahun), penjual nasi uduk di wilayah sekitar.

Wanita paruh baya itu menemukan tanaman tersebut Selasa (19/6) pagi. Ketika itu, Jubaedah tengah berbenah untuk membuka usahanya di depan gang rumahnya. Awalnya, ia menyangka bunga itu sejenis tanaman bakung. "Bentuknya aneh," kata dia kepada wartawan, Rabu (20/6).

Namun pada malam hari bunga setinggi 37 sentimeter dengan diameter 27 itu mengeluarkan bau tidak sedap. Menurut Jubaedah, mirip seperti bau bangkai tikus. Ia pun akhirnya menanyakan jenis tanaman itu ke suaminya, Maman (58), dan para tetangga.

Bau itu, kata dia, tercium mulai pukul 17.00 hingga 05.00 WIB keesokan harinya. Bunga itu mengeluarkan aroma tak sedap tersebut ketika kondisinya sedang mekar. Sang suami pun menduga tanaman itu adalah bunga bangkai. Para tetangga juga mengatakan hal serupa.

"Seumur hidup saya baru melihat wujud bunga bangkai," ujar Jubaedah. Meski tertarik dengan tumbuhnya tanaman langka itu, namun ia merasa tak enak dengan keberadaan bunga yang tumbuh di halaman rumahnya. "Baunya takut menggangu tetangga."

Salah satu tetangga, Ratnengsih (52) mengatakan aroma tak sedap itu tercium hingga radius 10 meter. Tumbuhnya tanaman itu terletak persis di seberang kiri rumahnya. Selain aroma tak sedap, bunga tersebut kerap dikerubungi lalat.

Awalnya, ia mengaku sangat terganggu dengan aroma tak sedap tersebut. Namun ketika mengetahui tanaman tersebut bunga bangkai, ia memakluminya. "Saya malah tertarik dengan keberadaan bunga itu," kata Ratnengsih.

Share:

Rabu, 20 Juni 2012

Pasangan TIBA dan SAE Mendaftar de KPU

Dua Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, Minggu, (17/6/12). Mereka adalah Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin (TIBA) yang diusung Partai Gerindra, Hanura dan Pelopor sedangkan Pasangan Supiyardi-Encep Saepuloh (SAE) didaftarkan oleh PKS dan PDI-P.

Kedua pasangan optimistis akan memenangkan Pemilukada yang berlangsung 8 September mendatang. Gantira Kusumah mengatakan dengan waktu yang tersisa kurang dari tiga bulan, ia dan timnya mampu merebut hati masyarakat Cimahi dengan program-program yang ditawarkan."Kami siap beradu program dengan kandidat manapun dan siap bergerilya untuk meningkatkan perolehan dukungan,"tutur politisi asal Partai Gerindra.

Gantira menambahkan koaliasi tiga partai dengan perolehan tujuh kursi di parlemen pada pemilu 2009, hanya sebagai modal awal Pasangan TIBA untuk memperkuat dukungan suara.Pihaknya menyakini, mayoritas pemilih pemula akan menjatuhkan pilihannya kepada pasangan TIBA.

Sedangkan Encep Saepuloh, Bakal Calon Wakil Walikota Cimahi mengklaim telah mendapatkan dukungan awal suara yang cukup signifikan."Kepercayaan masyarakat Cimahi terhadap PKS dan PDI-P pada pemilu 2009 mencapai 30% jumlah pemilih.Kami optimistis suara dari simpatisan saya dan pak Supiyardi bisa menambahnya," tutur Encep yang juga Sekretaris Daerah non aktif Kota Cimahi.

Sementara itu Ketua KPU Kota Cimahi, Ikin Sodikin menuturkan sejumlah pasangan yang masih belum melengkapi beberapa persyaratan administratif seperti Laporan Kekayaan Harta Penyelenggara Negara (LKHPN) yang akan diserahkan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). "Hal itu bisa kami maklumi karena formulirnya baru kami serahkan saat pasangan tersebut mendaftar," tutur Ikin.

Ikin menambahkan, LPKHN bisa diserahkan langsung oleh para bakal calon ke KPK atau dititip melalui KPU. "Mengenai kebenaran isi LPKHN bukan kewenangan kami, yang KPU minta adalah tanda terima dari KPK, sebagai bukti penyerahanannya," Ikin menjelaskan.

Dalam waktu dekat KPU juga akan mengumumkan daftar kekayaan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi. Pengumuman tersebut akan dilakukan setelah ditutupnya pendaftaraan pada senin
Share:

Toyib Sulap Koin Rupiah Jadi Kaligrafi yang Indah

Seorang pemuda membuat seni kaligrafi dengan menyusun koin uang logam Rupiah sebagai bahan dasar. Hasilnya, karya kaligrafi itu indah dan tampil beda. Toyib, sang pembuat kaligrafi, itu pun mulai menjual hasil karyanya ke pasar domestik.

Tak semua orang bisa membuat kaligrafi. Perlu keahlian khusus untuk membuatnya. Biasanya, karya kaligrafi menggunakan cat lukis di atas kanvas. Namun Toyib memiliki tampilan seni kaligrafi yang berbeda.

Di Cimahi, Jawa Barat, Toyib menyusun uang koin di atas papan dengan rapih. Susunan koin-koin itu pun membentuk tulisan Arab yang indah nan unik.

Semula, akunya, ia hobi menabung uang logam recehan hasil dari pekerjaannya menjadi sopir angkutan umum sejak tahun 1995. Namun sebagian besar koin-koin itu tak berlaku lagi.

Ia pun menulap koin-koin itu menjadi sebuah seni kaligrafi berbahasa Arab yang indah. Satu karyanya yaitu menggunakan 4.200 koin dengan nominal Rp50 hingga Rp100. Toyib lalu menyusun koin-koin itu di papan berukuran 3 x 3 meter.

Kelebihan karyanya yaitu memberikan warna dan kilauan cahaya bila terkena sinar matahari. Nilai jualnya tinggi karena proses pengerjaan yang sulit dan lama. Meski lama, Toyib bertekad membuat hasil karya serupa dan menjualnya ke pasaran

 

Share:

Demokrat Cimahi Membuat Langkah Kejutan

Ingar bingar pendaftaran bakal calon di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Cimahi 2012, akan berakhir Senin ini. Namun hingga hari terakhir, Parati Demokrat masih belum menunjukkan "muka" ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Rumor beredar, partai biru ini masih kebingungan mencari koalisi dan pasangan yang tepat untuk disandingkan dengan bakal calon mereka, Cecep Rustandi.

Namun kabar mengejutkan mencuat Senin pagi. Cecep Rustandi menyatakan, dia akan maju bersama bakal calon berlatar belakang pengusahan, Eman Sulaeman. Hal itu diketahui melalui pesan singkat yang disampaikannya kepada wartawan.

"Insyaallah pasangan.  Cep- Eman Deklarasi jam 14.00 langsung daftar, nuhun," demikian Cecep melalui pesan singkatnya.

Jika benar ini terjadi, Partai Demokrat benar-benar membuat kejutan. Pasalnya, sebelumnya banyak partai yang merapat ke Eman Sulaeman, namun tidak pernah menemui satu pun kesepakatan. Terlebih, sebelumnya Demokrat digadang-gadang akan bersanding dengan Dedi Kuswandi dari PAN.

Namun semuanya akan ditentukan pukul 14.00 siang ini, apakah Cecep benar-benar akan berpasangan dengan Eman yang sebelumnya diketahui tidak memiliki latar belakang politik praktis, atau tidak.
Share: