Informasi Seputar Kota Cimahi

Tryout CPNS 2021

Pusat Pembelajaran CPNS Online 2021.

Prediksi Soal Soal CPNS 2021

Contoh contoh soal CPNS yang telah terbukti meluluskan di Kementerian dan Pemerintah Daerah

Siapkah Anda CPNS 2021

Langkah Cepat Menyiapkan Tes CPNS 2021

Sabtu, 29 November 2014

BIAF Dorong Cimahi Sebagai Destinasi Wisata Kreatif

Pelaksanaan Baros International Animation Festival (BIAF) 2014 yang digelar di Komplek The Edge, Jln. Baros, Cimahi Selatan, mulai 27-30 November, sebagai salah satu perwujudan visi dan misi Kota Cimahi periode 2012/2017 menjadi kota kreatif dan mewujudkan kreativitas di segala bidang.
"Melalui pelaksanaan BIAF ini, Cimahi juga bertekad untuk menjadi kota percontohan industri kreatif nasional dengan aktifitas yang intens dari komunitas kreatifnya," kata Wali Kota Cimahi, Atty Suharti di selasa acara BIAF, Kamis (27/11/2014).
Ia menambahkan, khususnya para pelaku animasi di Cimahi diharap dapat mengangkat nama Kota Cimahi sebagai sentra industri animasi nasional yang mempunyai peran penting di dalam pengembangan industri animasi Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini pun bertujuan untuk membuka koneksi global untuk industri animasi baik di Cimahi, Jawa Barat maupun Indonesia, sekaligus mendorong terwujudnya Kota Cimahi sebagai destinasi wisata kreatif.
Share:

Mensos Kunjungi BPBI Abiyoso Cimahi

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso, Jln. Kerkof No. 21, Leuwigajah Cimahi Selatan, Kamis (27/11/2014).
Dalam kunjungannya tersebut, Khofifah melihat-lihat ke sejumlah ruangan yang ada di BPBI Abiyoso di antaranya ruang penggandaan, ruang penyusunan halaman dan penjilidan serta ruang pengepakan.
"Kebetulan pada 3 Desember merupakan hari disabilitas internasional, dan Kementerian Sosial ada agenda untuk menyampaikan pesan-pesan," kata Khofifah di sela kunjungan.
Oleh karena itu, kata dia, dirinya meminta melihat selain Binadangsa yang sudah dilihat sebelumnya mengenai kemampuan untuk menyiapkan alat bantu kaki atau tangan.
"Disini menurut informasi satu-satunya pusat braille, jadi ini akan menjadi penting produk disini untuk bisa diketahui calon penggunanya. Apakah dari Kementerian Pendidikan, Agama maupun lembaga-lembaga lain seperti panti asuhan,,panti sosial, pesantren atau individu," terangnya.
Share:

Jumat, 14 November 2014

Gara-gara Pengecoran di Jln. Cihanjuang, Cimahi Macet

Sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi mengalami kemacetan akibat adanya pengecoran di jalan Cihanjuang. Kemacetan tersebut sudah terasa sejak pagi hari karena tinggginya volume kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Jln. Cihanjuang hanya berfungsi satu jalur, karena sebagian jalan sedang dicor. Akibatnya kemacetan tidak hanya di jalan tersebut tapi juga kendaraan mengular sampai ke Jln. Demang Hardjakusuuma dan Jln. Pasantren.

Ditambah volume kendaraan yang meningkat karena jam kerja. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan menuju Pemkot Cimahi. Meskipun kemacetan cukup panjangg, namun tidak ada satu pun petugas terkait yang mengatur arus lalu linttas.
Share:

Kota Cimahi dan Kab. Bandung Barat Masih di Guyur Hujan

Kawasan yang saling bertetanggaan, Kota Cimahi dan Kab, Bandung Barat hari ini, Jumat (14/11/2014) diperkirakan terjadi hujan. Berdasarkan situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofosika (BMKG), Kota Cimahi akan teradi hujan sedang dengan suhu berkisar antara 23 - 31 °C (derajat celcius) dan kelembaban 53 - 93 %. Sedangkan angin bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 15 km/jam.

Sedangkan kawasan Ngamprah Kab. Bandung Barat, BMKG memprakirakan terjadi hujan ringan dengan suhu berskisar 23 - 32 °C dan kelembaban 54 - 95 %. Di kawasan Ngamprah KBB, Angin akan bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan sekitar 20 km/jam.
Share:

Sabtu, 01 Februari 2014

Seperempat APBD 2014 Cimahi untuk Acara Pencitraan

Sebanyak 25 persen dari total dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 Kota Cimahi, Jawa Barat, sebesar Rp 1,037 triliun ternyata digunakan untuk kegiatan seremonial yang condong untuk pencitraan semata.

Itu terlihat dari pengalokasian anggaran yang diajukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Hal tersebut, diungkapkan anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi Dedi Kuswandi.

"Padahal, rakyat itu butuh program yang realita di lapangan. Bukan diberikan program yang bersifat seremonial atau omong kosong saja, karena hal tersebut tidak penting buat rakyat," ujar Dedi di Cimahi, Minggu (26/1/2014).

Pemkot Cimahi, kata Dedi, harus lebih mengedapankan segala yang dibutuhkan rakyat. Semua programnya harus menjadi bukti nyata perbaikan di lapangan sesuai dengan hasil turun langsung ke masyarakat.
"Saya melihat seremonial ini hanya untuk pencitraan saja," katanya.

Bahkan, kata Dedi, jika melihat APBD tahun-tahun sebelumnya, program yang sifatnya seremonial hanya sekitar 15 persen.

"Karenanya, bisa saja untuk tahun ini ada indikasi yang berkaitan dengan tahun politik. Jadi, setiap programnya sambil dilakukan safari politik. Artinya pencitraan ditonjolkan, tapi bentuk bantuan nyata kepada rakyat tidak ada," ungkapnya
Share:

Ada 47 Sengketa Tanah di BPN Cimahi

Sepanjang 2013, sengketa tanah yang ditangani Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi mencapai 47 kasus. Penyebabnya didominasi masalah waris yang saling klaim.
Demikian diungkapkan Kasi Sengketa Konflik dan Perkara BPN Kota Cimahi Eddy Suryadi, ditemui di kantornya di Jln. Encep Kartawiria Kota Cimahi, Selasa (28/1/2014).
Kasus tanah tersebut terbagi dalam 33 sengketa yang masih dalam proses penelusuran dan 14 perkara yang sudah masuk ke pengadilan. Permasalahan sengketa tanah beragam, mulai dari kasus sengketa kepemilikan tanah, masalah batas tanah, dan ahli waris itu sendiri.
"Alasan sengketa ahli waris yang sangat banyak dikarenakan melibatkan banyak orang. Misalkan, ada sebuah tanah dengan ahli waris 5 orang, namun yang menandatangani surat keterangan ahli waris hanya 3 orang. Surat tersebut sebetulnya cacat hukum, dua orang belum melakukan tanda tangan bisa menuntut," ucapnya.
Selain masalah tanah yang disengketakan oleh anggota keluarga, tanah yang sudah diwakafkan untuk keperluan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti mesjid dan lainnya juga kerap digugat. "Mestinya, kalau sudah dipakai tempat ibadah diselesaikan secara kekeluargaan. Jangan sampai ada kasus mesjid digugat gara-gara perebutan ahli waris," tuturnya.
Menurut Eddy, kasus tanah mestinya menjadi polemik yang dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. "Jika kasus sengketa tanah ahli waris tidak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, tentu jalan terakhir harus berurusan dengan pihak pengadailan, Namun yang dikhawatirkan, berurusan dengan pengadilan itu justru akan menambah masalah. Berkorban moril dan materil, belum lagi waktu yang tidak sebentar," ujarnya.
Sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (Perkaban) No 3 Tahun 2011 disebutkan bahwa kasus sengketa tanah harus bisa dilakukan dengan cara mediasi yang dibantu oleh pihak BPN. "Kita upayakan melakukan mediasi atau dengan cara kekeluargaan. Jangan sampai kasus sengketa tanah dilakukan hingga ke pengadilan," terangnya.
Hal senada diungkapkan Kasi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah BPN Kota Cimahi, Eka Diana. Menurutnya, kasus sengketa tanah dan bukti kepemilikan tanah (sertifikat) harus dimiliki setiap warga di Kota Cimahi. "Sertifikat ini sebagai bukti kepemilikan tanah/bangunan setiap orang. Untuk itu, diusahakan kepada masyarakat yang belum memiliki sertifikat agar memproses secepatnya dengan mendatangi Kantor BPN Kota Cimahi," pungkasnya.
Share: