Home » » Sukses Raih Adipura Pemkot Cimahi Siap Bangun Taman Kota

Sukses Raih Adipura Pemkot Cimahi Siap Bangun Taman Kota

Written By admin on Jumat, 08 Juni 2012 | 06.37

Pemerintah Kota Cimahi berencana membangun beberapa taman kota. Mengingat masyarakat di kota kecil tersebut sangat membutuhkan ruang terbuka hijau, sebagai paru-paru kota. Pernyataan itu disampaikan Itoc Tochija Walikota Cimahi, setelah menerima Piala Adipura untuk kategori kota Sedang di Istana Negara Jakarta, Selasa (5/6/12).

Menurut Itoc, selain berfungsi sebagai keindahan kota, taman juga memiliki peran penting dalam membangun kultur masyarakat.”Bercermin kepada negara-negara maju, yang memanfaatkan taman sebagai tempat interaksi sosial pada masyarakt perkotaan,” kata Walikota Cimahi.

Selain itu taman kota juga bisa menjadi perhelatan kegiatan yang dilakukan oleh pihak wasta, pemerintah, maupun masyarakat. Namun hingga saat ini Walikota Cimahi itu belum bersedia memastikan lokasi mana saja yang akan di bangun sebagai taman kota. Sebagai komitmennya dalam meraih Piala Adipura untuk yang ketiga kalinya, Pemkot Cimahi juga akan terus melakukanpenghijaun di berbagai wilayah secara merata.


Kebijakan lain yang dilakukan Pemkot Cimahi adalah mengandeng kota Hamamatsu di Jepang sebagai Sister City (kota Kembar), dalam membangun kawasan perkotaan di Cimahi yang modern dan ramah lingkungan. “Dengan diraihnya kembali Adipura, kami menginginkan Cimahi menjadi Kota yang ramah bagi penghuninya serta menyenangkan bagi para investor,” tutur Itoc
.
Sementara itu Sri Nurul Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi, berupaya untuk membangun koordinasi dengan semua pemangku kebijakan termasuk juga lapisan masyarakat yang berkepentingan dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan perkotaan. Saat ini pihaknya juga telah berupaya memberikan penyuluhan ke berbagai pengguna fasilitas publik. “Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP kami berupaya mengandeng para pedagang di pasar dan juga masyarakat di bantaran sungai, agar mereka sadar mengenai pentingnya menjaga lingkungan,” kata dia.

Sri mengaku menghadapi berbagai kendala saat bersentuhan langsung dengan masyarakat awam. Namuan dengan pendekatan persuasif, dia optimistis program K3 bisa dijalankan sesuai rencana.