Home » » Dana CSR dari 25 Perusahaan Berhasil Mendirikan 173 RKB

Dana CSR dari 25 Perusahaan Berhasil Mendirikan 173 RKB

Written By admin on Senin, 14 Mei 2012 | 21.47

Berdasarkan peta statistik Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hanya 5 dari 26 kab./kota di Jabar yang komponen rata-rata lama sekolah (RLS) di atas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Kelima daerah itu ialah Kota Depok (10,54 tahun), Kota Bekasi (10,36), Kota Cimahi (10,36), Kota Bandung (10,16), dan Kota Bogor (9,75). Berdasarkan peta statistik itu, 19 dari 26 kab./kota mendapat "rapor merah" dalam hal RLS. Warna merah itu menunjukkan, RLS di daerah itu hanya 0-8 tahun. Tiga daerah dengan RTS terendah ialah Kab. Indramayu (5,7), Kab. Sukabumi (6,5), dan Kab. Cirebon (6,55). Untuk meningkatkan RLS tersebut, Pemprov. Jabar menggiatkan program Ruang Kelas Baru (RKB). "Tiap tahun Pemprov Jabar membuat 5.000 - 6.000 RKB. Namun itu tidak cukup karena idealnya perlu ada 27.000 RKB. Hanya saja, anggaran kami tidak bisa mencukupi itu semua. Itu sebabnya, perlu bantuan pihak swasta atau BUMN dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility-red.)," ujar Kepala Bappeda Jabar Deny Juanda Puradimaja, dalam diskusi tentang Forum CSR Jabar, di Gedung Bappeda Jabar, Jln. Juanda, Kota Bandung, Senin (14/5/12) petang. Di tahun 2011, kata Deny, dana CSR dari 25 perusahaan, telah berhasil mendirikan 173 RKB. Namun bukan RKB saja yang dibutuhkan, tapi juga sarana kesehatan dan lingkungan. "Karena CSR itu untuk kemanusiaan dan lingkungan. Kemanusiaan dirujuk ke pendidikan dan kesehatan," ucapnya. Sementara itu, duta CSR Jawa Barat, Syafik Umar, menuturkan, banyak perusahaan yang menyampaikan ke media tentang aplikasi CSR ke masyarakat. "Peran media sangat penting agar dana CSR itu memang diberikan ke daerah yang membutuhkan," ujarnya. Dia juga menambahkan, forum CSR Jabar, tidak pernah mengelola dana CSR. "Forum ini sebagai media sharing antara swasta dan pemerintah. Jadi dana CSR swasta diselaraskan dengan program utama pemerintah khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Namun semuanya murni dilakukan swasta. Pemerintah dan juga forum CSR, tidak mengelola dana tersebut," ujarnya. Duta CSR lainnya, Tina Talisa, menambahkan, tugas forum CSR ialah memberikan informasi kepada perusahaan tentang kondisi lapangan di Jabar, khususnya tentang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. "Kami harapkan, media pun bisa mendukung program CSR ini," ucapnya.