Home » » Satkorlak Susun SOP Penanganan Bencana Alam

Satkorlak Susun SOP Penanganan Bencana Alam

Written By admin on Rabu, 24 Agustus 2011 | 16.12


Agar penanggulangan bencana alam bisa lebih cepat, pemkot menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganannya. Rencana tersebut akan menjadikan Cimahi sebagai kota pertama yang memiliki SOP penanggulangan bencana alam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Encep Saepuloh mengatakan, saat ini tim Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Bencana Alam Cimahi tengah membuat draf rancangan SOP tersebut. "Kapan selesainya masih belum tahu tapi yang pasti secepatnya," ujar Encep kepada wartawn usai menggelar rapat koordinasi Satlak Penanggulangan Bencana Kota Cimahi 2011 di Pemkot Cimahi, Selasa (23/8).

Menurutnya, SOP sangat dibutuhkan mengingat sering terjadi salah persepsi mengenai bencana alam yang terjadi. Dijelaskan, dalam SOP disebutkan lima indikator kejadian yang masuk kriteria bencana alam. Di antaranya terdapat korban jiwa, kerugian, juga kerusakan lingkungan dan ekonomi. "Untuk penanganan banjir, Kota Cimahi tidak mempunyai badan khusus, hanya ada adhoc," katanya.

Dalam SOP itu juga dijelaskan apa saja yang harus dilakukan Satkorlak maupun tim khusus penanganan ketika bencana terjadi untuk memudahkan penanganannya. "SOP pun menjelaskan proses pelaporan dan penanganan bencana. Tidak hanya bagi tim khusus, tapi juga unsur masyarakat," katanya.

Pihaknya telah menetapkan beberapa titik rawan bencana di Cimahi. Seperti untuk bencana banjir berada di Kel. Melong RW 02 dan longsor di Kel. Cipageran.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cimahi, ada 22 titik di Kota Cimahi yang termasuk kategori rawan banjir dan longsor. Semua titik itu tersebar di tiga wilayah kecamatan di Kota Cimahi. Lima di antaranya merupakan daerah rawan longsor, sedangkan 17 lainnya rawan banjir.

Sementara Ketua Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi, Tom Gunawan mengatakan, timnya selalu siap dalam penanganan bencana. Menurutnya Tagana dibentuk di setiap kelurahan untuk memudahkan penanganan setiap bencana yang terjadi.

"Jadi setiap kali ada bencana kami selalu sampai lebih cepat untuk melakukan penanganan. Seperti saat terjadi kebakaran di Wilayah Utama, belum lama ini. Untuk peralatan juga sudah ada dan siap digunakan," tegasnya.