Home » , » Kerudung dan Mukena Lukis Masih Tetap Diminati

Kerudung dan Mukena Lukis Masih Tetap Diminati

Written By admin on Senin, 08 Agustus 2011 | 11.54

TINGGINYA permintaan pakaian muslim saat Ramadan membuat pesanan beberapa bahan pakaian seperti kain turut meningkat pula. Tak terkecuali permintaan untuk kain lukis yang saat ini menjadi bahan dasar gamis (baju muslim), kerudung lukis, dan mukena lukis.

Seperti dirasakan oleh Asep Suparman (32) yang sudah 7 tahun menjalani bisnis lukis kain. Diakui warga Margamulya No. 195 Kel. Cimahi Kec. Cimahi Tengah (Kandang Uncal), Kota Cimahi ini, dua bulan sebelum bulan puasa order kain lukis sudah meningkat

"Kita sempat kewalahan menuhi permintaan pasar untuk kain gamis lukis, kerudung lukis, dan mukena lukis," ujar Asep ditemui di rumah produksinya, beberapa hari lalu.

Dibantu 12 orang karyawan yang memiliki keahlian melukis, Asep per hari bisa memproduksi 100 potong kain siap jual. "Rata-rata satu pegawai bisa menyelesaikan satu kain lukis setiap setengah jam. Omzet bersihnya mencapai Rp 10 juta - Rp 15 juta sebulan," tuturnya.

Asep memasarkan produknya di Bandung hingga Surabaya dan Malaysia. Asep memilih kain kelly craft untuk bahan gamis dan kain spandek balon untuk bahan mukena. Cat yang digunakan adalah cat sablon yang dicampur beberapa zat kimia supaya lebih awet dan tidak luntur saat dicuci.

Untuk mempercantik karyanya, setelah selesai dilukis dan dikeringkan, ditambahkan payet motif bunga. Untuk memasang payet, Asep memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar rumah produksinya.

Kain lukis di Jawa Barat sudah mulai dikenal sejak tahun 2003 lalu. Tidak heran jika kain lukis ini tidak disebut sebagai tren baru. Meski begitu peminat kain lukis ini masih cukup banyak, malah mulai dilirik negara tetangga seperti Malaysia.

Tampaknya daya tarik kain lukis ini bukan cuma karena motif yang dibuat dengan tangan, tetapi juga harganya yang cukup terjangkau. Harga grosir kain gamis Rp 70 ribu dan eceran Rp 80 ribu, kain tunik Rp 85 ribu grosir dan Rp 95 ribu - Rp 100 ribu untuk eceran. Sedangkan untuk kerudung harganya bisa Rp 25 ribu sampai Rp 45 ribu.

"Untuk mukena harganya Rp 200 ribu, tapi kami hanya produksi kalau ada order saja. Ini karena pengerjaannya menyita waktu," tuturnya.