Home » , » PKL Ragukan Janji PDJM

PKL Ragukan Janji PDJM

Written By admin on Rabu, 02 Maret 2011 | 10.30

Target Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) untuk segera melaksanakan launching operasional Pasar Atas Baru (PAB) pada April mendatang, diragukan para pedagang kaki lima (PKL), terutama eks PKL Jln. Gandawijaya. Bahkan, Pemkot Cimahi, DPRD Kota Cimahi, serta PDJM dinilai kerap melakukan kebohongan terkait operasional PAB yang dijanjikan akan beroperasi pada empat tahun lalu itu.

"Kalau diperhatikan, baik Pemerintah Kota Cimahi maupun DPRD Kota Cimahi sama saja, bisanya hanya janji-janji terus dan kami bosan mendengarnya," tegas koordinator eks PKL Gandawijaya, Acong Wisdin kepada wartawan, Selasa (1/3).

Lebih jauh ia mengatakan, janji bahwa PAB akan segera di-launching pada April mendatang terkesan hanya menjadi cara pemerintah dan DPRD untuk menghindar dari tuntutan masyarakat. Pasalya, kondisi fisik PAB hingga sekarang tampak belum siap untuk dioperasikan.

"Dari dulu 'kan janjinya PAB merupakan salah satu sarana untuk pengalihan PKL Gandawijaya yang terkena gusur. Tentu saja kami mengharapkan launching PAB secepatnya, dengan catatan tak lagi hanya janji belaka," tuturnya.

Acong menilai terus molornya pengoperasian PAB lantaran perencanaan pembangunan yang tidak matang. Sehingga, pembangunan tidak pasti tahapannya.

Selama ini, belum ada komitmen yang jelas antara para PKL dengan pemerintah. Karena itu, Acong mendesak agar DPRD Kota Cimahi segera memfasilitasi pertemuan antara PKL dengan pihak terkait, terutama pemkot dan PDJM. "Kami mengharapkan ada pertemuan antara pemerintah dengan PKL untuk mencari solusi sebelum launching PAB dilakukan. DPRD 'kan bisa memanggil pihak terkait," katanya.

Mengenai adanya pelimpahan pengelolaan PAB dari Pemkot Cimahi ke PDJM, menurut Acong, keberadaan PKL akan lebih baik jika berada di bawah pengelolaan pemkot ketimbang PDJM. Karena diharapkan ada keberpihakan kebijakan terhadap PKL, meski diakuinya selama ini nasib PKL masih terkatung-katung. "Pemerintahlah yang paling mengetahui sejarah dan kondisi PKL," katanya.

Dia mengaku belum cukup percaya jika melihat kinerja PDJM yang hingga saat ini belum dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Oleh sebab itu, ia kembali mengingatkan pemerintah agar tetap berpegang pada komitmen awal pembangunan PAB.

"Keberadaan PAB tak terlepas dari komitmen awal untuk mengakomodasi eks PKL Gandawijaya. Tanpa komitmen itu, pembangunan PAB tidak mungkin terealisasi. Bantuan Bank Dunia bergulir atas komitmen itu, semua pihak pun tahu, termasuk anggota dewan," ujarnya.

Para PKL memberi sinyal pihaknya akan bertindak jika pada kenyataannya pemerintah tak melaksanakan komitmen awal tersebut. "Kalau nanti komitmen awal tak direalisasikan, kami akan melapor ke Komnas HAM," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Humas dan Marketing PDJM, Asep Taryana menyatakan target launching PAB pada bulan April tahun ini.

"Kalaupun belum semua kios terisi, sebagian tempat bisa didahulukan, guna menandai dimulainya aktivitas ekonomi PAB. Mudah-mudahan launching kali ini tak jadi isapan jempol belaka," katanya dan memastikan PDJM tetap memprioritaskan PKL.