Home » , » Drainase di Kota Cimahi Akan Ditata Ulang

Drainase di Kota Cimahi Akan Ditata Ulang

Written By admin on Selasa, 25 Januari 2011 | 06.01

Dinas Pekerjaan Umum (PU) siap melanjutkan program Dinas Penyehatan Lingkungan dan Kebersihan (DPLK) Kota Cimahi dalam melakukan pemeliharaan drainase lewat program penataan ulang kembali drainase. Buruknya kondisi drainase di Kota Cimahi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya banjir cileuncang.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas PU Kota Cimahi, Ison Suud yang dihubungi "GM", Minggu (23/1). Menurutnya, tahun 2011 ada pekerjaan rumah (PR) baru yang harus segera ditindaklanjuti, yaitu pemeliharaan drainase yang semula dikendalikan oleh DPLK Kota Cimahi.

"Memang tahun ini makin banyak taggung jawab yang diemban oleh PU, namun kendati demikian kita akan tetap berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," papar Ison.

Ison mengakui, kondisi drainase di Kota Cimahi tidak seluruhnya berfungsi dengan baik, terlebih saat ini volume air yang ada melebihi kapasitas drainase. Akibatnya, jika terjadi hujan deras di beberapa titik drainase meluap dan menyebabkan terjadinya banjir cileuncang.

"Banyak faktor yang menjadikan drainase mudah meluap, salah satunya alih fungsi. Banyak saluran air yang seharusnya hanya sebagai penampung air jalan, malah dijadikan saluran untuk menampung limbah yang berasal dari hunian. Di samping itu, kesadaran akan pemeliharaan terhadap drainase di lingkungan masyarakat masih sangat minim," tuturnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, lanjutnya, Dinas PU akan melakukan penataan ulang terhadap drainase, sehingga diharapkan akan berfungsi sebagaimana mestinya. Sementara terkait banyaknya aduan dari masyarakat yang mengungkapkan perihal macetnya drainase, Ison berjanji akan menanggapi kasus tersebut dan menindaklanjutinya.

"Aduan bagi kami merupakan salah satu upaya untuk mencari penyebab kenapa sampai ada permasalahan dil apangan. Karena bagaimanapun juga, merekalah yang lebih paham sebab dan akibat yang ditimbulkan. Untuk itu kita akan menampung segala keluhan yang datang dari masyarakat terkait drainase. Bahkan belum lama ini kami juga sudah menindaklanjuti kasus tersebut di kawasan Cigugur dan Melong," tambahnya.

Lebih jauh Ison membeberkan, pihaknya akan menangani kasus serupa yang timbul di kawasan perbatasan. Pasalnya, kawasan inilah yang terkadang menjadi penyebab utama timbulnya bencana banjir yang dampaknya dirasakan seluruh warga Cimahi. "Yang lebih sulit adalah mengatasi permasalahan saluran air yang ada di perbatasan Kota Cimahi dengan Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat. Karena untuk penyelesaiannya membutuhkan koordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten tersebut," katanya.

Harus bersama

Terkait penanganan banjir yang harus segera dilakukan, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan DPLK Kota Cimahi, Ade Ruhiyat mengatakan, kasus tersebut tidak hanya merupakan tugas Pemkot Cimahi. Banjir diakibatkan meluapnya Sungai Cikatamalang yang merupakan kelanjutan dari Sungai Ciputih, Citaman, dan sampai ke Sungai Ciwaruga di Kab. Bandung Barat.

"Masalahnya sungai yang begitu panjang sehingga daerah pengaliran begitu luas, kalau kita hanya menangani di Cimahi saja akan percuma, karena kasus tersebut diakibatkan wilayah lainnya. Di samping itu, penyebab lainnya aliran sungai telah dibanjiri permukiman penduduk yang sebetulnya tidak diperbolehkan untuk dibangun di kawasan itu," ujarnya.

Untuk penanganan, tahun 2009 sudah dilakukan normalisasi sungai di RW 02, RW 32, dan RW 28. Namun sayangnya, tidak menyelesaikan masalah dan tetap terjadi banjir. Bahkan anggaran yang disiapkan Rp 600 juta terbuang begitu saja.

"Solusi ke depan, kami harapkan penyelesaian dilakukan tidak hanya di Cimahi semata melainkan akan dilakukan oleh pusat dengan menggarap Kab. Bandung terlebih dulu sampai Sungai Citarum. Dengan demikian permasalahan banjir sedikit demi sedikit bisa diselesaikan," katanya.

Sebagian besar buruk

Sementara itu, Komisi III DPRD Kota Cimahi, Robin Sihombing mengakui jika sebagian besar kondisi drainase di Kota Cimahi buruk. Bahkan beberapa ruas jalan tidak disertai pembangunan saluran air.

"Maka wajar jika banjir kerap terjadi di mana-mana di Kota Cimahi ini," katanya.

Robin berharap, ke depannya ada langkah yang riil dari Dinas PU terhadap pemeliharaan drainase di Kota Cimahi, jangan sampai kinerja PU tahun 2011 mendapat catatan rapor merah kembali seperti tahun sebelumnya.

"Masih banyak infrastruktur yang harus segera ditata ulang, terutama perihal drainase dan tidak akan lama lagi kami akan langsung mengadakan pertemuan dengan dinas terkait," tegasnya.