Informasi Seputar Kota Cimahi

Tryout CPNS 2021

Pusat Pembelajaran CPNS Online 2021.

Prediksi Soal Soal CPNS 2021

Contoh contoh soal CPNS yang telah terbukti meluluskan di Kementerian dan Pemerintah Daerah

Siapkah Anda CPNS 2021

Langkah Cepat Menyiapkan Tes CPNS 2021

Jumat, 15 April 2011

Akan Ditindaklanjuti dalam Rapat Panmus LKPJ 9 Catatan untuk Dinkes


Komisi IV DPRD Kota Cimahi memberikan apresiasi atas keseriusan Dinas Kesehatan mengerjakan program sehingga kebutuhan masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan dapat terpenuhi. Namun dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2010 masih ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dan menjadi catatan strategis Komisi IV atas LKPJ tersebut.

"Untuk Dinkes, secara keseluruhan kami memberikan 9 catatan atas LKPJ 2010. Dan, itu menjadi catatan strategis kami yang akan ditindaklanjuti dalam rapat Pansus LKPJ 2010 mendatang," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Masrokhan kepada wartawan, Kamis (14/4).

Masrokhan berharap 9 catatan tersebut segera direspons dengan baik oleh eksekutif untuk lebih mengoptimalkan kinerja dalam merealisasikan program kerja.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Ike Hikmawati memaparkan, 9 catatan penting Dinkes yang akan segera ditindaklanjuti di pansus antara lain masalah kesehatan di lingkungan padat penduduk.

Beberapa lokasi dengan kepadatan penduduk tinggi cenderung menjadi kumuh dengan kondisi kesehatan lingkungan yang kurang baik. Oleh karena itu, peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan serta penyelenggaraan penyehatan lingkungan perlu dilakukan secara serius dan intens.

"Apalagi Kota Cimahi merupakan kota dengan luas wilayah terbatas, namun tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap daya dukung dan kualitas lingkungan yang pada akhirnya berakibat pada rendahnya derajat kesehatan masyarakat," jelasnya kepada wartawan, Kamis (14/4).

Catatan lainnya terkait penyakit demam berdarah dangue (DBD). Pasalnya, Cimahi merupakan daerah endemis DBD. Penyakit endemis dan penyakit menular lainnya perlu terus diawasi sehingga kesadaran atas penanggulangan penyakit menular terbangun dengan kuat di seluruh lapisan masyarakat.

Yang tidak kalah pentingnya untuk menjadi catatan, lanjut Ike, adalah angka kematian ibu dan bayi. Walaupun jumlah kematian ibu dan bayi di Kota Cimahi masih di bawah rata-rata jumlah Jawa Barat, akan tetapi tetap harus diwaspadai dan mendapatkan prioritas perhatian.

"Pelayanan untuk penganggulangan angka KIA di puskesmas sudah cukup baik. Namun perlu diiringi dengan peningkatan sarana prasarana poned, dokter spesialis kandungan, dan dokter spesialis anak di setiap puskesmas (saat ini baru tersedia di 3 puskesmas dari 13 puskesmas yang ada), peningkatan pemahaman masyarakat dan ibu hamil akan pentingnya perawatan kesehatan kehamilan ibu dan anak," katanya.

Di samping itu yang perlu mendapat perhatian lebih adalah permasalahan balita gizi buruk dan balita gizi kurang. Meski Kota Cimahi sudah dapat menurunkan angka untuk gizi buruk dan balita gizi kurang, namun keterbatasan kemampuan ekonomi yang disertai dengan rendahnya pemahamanan masyarakat akan pentingnya asupan gizi, menuntut pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian dan upaya penanganan serius terhadap status gizi masyarakat.

Komisi IV juga menyoroti jumlah keluarga miskin di Kota Cimahi relatif masih banyak yaitu sebanyak 32.480 jiwa, namun belum ter-cover jamkesmas. Kuota Jamkesmas Kota Cimahi sebanyak 85.178 jiwa, namun pengajuan berdasarkan data RTS dari BPS kartu jamkesmas yang dicetak Kota Cimahi baru diperuntukkan bagi 73.898 jiwa.

"Oleh karenanya, Komisi IV terus mendesak Dinas Kesehatan untuk melakukan upaya-upaya maksimal ke Kementerian Kesehatan RI sehingga 11.280 gakin yang masuk kriteria RTS atau gakin non-RTS yang memiliki penyakit kronis dapat terfasilitasi untuk segera memiliki kartu jamkesmas. Itulah beberapa catatan penting yang perlu direspons khusus oleh eksekutif untuk segera ditindaklanjuti," tegas Ike.
Share:

Penerapan KTP Elektronik Cimahi Harus Sebelum Agustus


Penerapan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) paling lambat harus dilakukan pada pertengahan Agustus 2011. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri telah menargetkan pembuatan e-KTP massal di setiap daerah harus selesai dalam seratus hari kerja.

Seperti diketahui, Kota Cimahi menjadi salah satu dari 197 daerah di Indonesia yang akan menerapkan e-KTP pada 2011. Sementara 300 kota/kabupaten lain akan menyusul pada 2012. Selain Kota Cimahi, ada sepuluh daerah lain di Jabar yang akan menerapkan e-KTP pada 2011 yaitu Kab. Garut, Kab. Ciamis, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, Kab. Sumedang, Kab. Indramayu, Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kota Bekasi, dan Kota Depok.

Di Kota Cimahi, dengan jumlah wajib KTP yang mencapai 451.561 jiwa, proses pembuatan e-KTP dalam seratus hari kerja tersebut akan membutuhkan sekitar 32 unit peralatan. “Dari informasi yang kami terima, pelayanan satu orang wajib KTP memerlukan waktu sekitar empat menit,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil Kota Cimahi Erik Yudha Bhuana ketika ditemui Rabu (13/4).

Dari perkiraan tersebut bisa diperkirakan bahwa dengan satu alat, Disduk Kota Cimahi bisa melayani pembuatan 15 e-KTP dalam satu jam. Sementara dalam sehari pelayanan e-KTP direncanakan bisa berlangsung sampai maksimal sepuluh jam kerja. Artinya, dalam satu hari bisa dilayani pembuatan 150 e-KTP. Dari perhitungan tersebut, dalam seratus hari kerja bisa diselesaikan sampai 15.000 e-KTP. Dengan begitu, sekitar 480.000 e-KTP bisa diselesaikan dalam seratus hari kerja dengan 32 unit alat pembuat e-KTP.

Kendati demikian, bantuan permanen yang direncanakan akan diterima oleh Kota Cimahi hanya sekitar dua unit di setiap kecamatan. Dengan kata lain, hanya ada enam unit alat e-KTP yang akan diterima Disduk Kota Cimahi untuk tiga kecamatan. “Untuk itu kami masih memerlukan tambahan 26 unit lagi. Rencananya kekurangan itu akan ditutupi dengan pinjaman dari Kemendagri. Namun, itu belum bisa dipastikan,” ujar Erik.

Sementara itu untuk sosialisasi, Erik menegaskan, pihaknya secara resmi belum menjalankan program khusus. Namun, di setiap pertemuan dinas-dinas di lingkungan pemkot Cimahi dengan perwakilan masyarakat, Disduk Kota Cimahi sudah sering menyelipkan penerangan terkait penerapan e-KTP tersebut. Rencananya, program sosialisasi khusus e-KTP baru akan dilakukan Juni atau Juli 2011. Untuk program tersebut, anggaran telah tersedia sebesar Rp 185 juta untuk keperluan media informasi seperti leaflet, banner, spanduk, dan akomodasi tatap muka dengan masyarakat.

Di sisi lain, Erik masih berharap pembuatan e-KTP bisa terealisasi sebelum Agustus. Pasalnya, pada akhir Agustus tahun ini ada liburan Idulfitri di mana kebiasaan mudik masyarakat jelas akan menghambat mereka dalam pembuatan e-KTP. “Belum lagi Iduladha dan libur lainnya,” tuturnya.


Share:

Siswa Diminta Tak Tergiur Bocoran Jawaban UN

Menghadapi Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan Senin (18/4) mendatang, siswa diimbau tidak tergiur bocoran jawaban dari oknum tidak bertanggung jawab.

Demikian disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kota Cimahi, Damhuri usai acara istigasah di gedung SMAN 5 Cimahi, Jln. Pecinan, Kamis (14/4). "Terkait adanya bocoran jawaban yang disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sebaiknya siswa tetap percaya diri dengan kemampuan sendiri dalam mengisi soal-soal UN," katanya.

Damhuri berharap, tidak ada penyebaran bocoran jawaban di sekolahnya. "Soal UN yang sekarang ini 'kan diberikan 5 paket, yaitu soal A, B, C, D, dan E untuk setiap kelas. Soal ini sudah kami sosialisasikan, sehingga siswa tidak akan terkecoh dengan selebaran bocoran jawaban, itu pun kalaupun ada. Pasalnya setiap siswa memiliki soal yang berbeda, maka kecil kemungkinan siswa percaya kebenaran bocoran tersebut," paparnya.

Keyakinan tersebut, lanjutnya, diperkuat dengan upaya yang sudah dilakukan pihak sekolah dalam membekali siswanya dengan materi pembelajaran mulai dari pemantapan pelajaran, try out, sampai studi tambahan. "Supaya siswa dapat berpikir lebih tenang, sejak Jumat (15/4) sampai Sabtu (16/4) kami sengaja meliburkan siswa kelas 3. Sehingga pada pelaksanaan UN nanti mereka bisa fresh," tuturnya.

Mengenai kelulusan UN di SMAN 5, Damhuri optimistis bisa mencapai 100% seperti tahun lalu. "Namun kalaupun ada siswa yang tidak lulus, kita tidak akan kecewa. Yang penting apa yang dilakukan siswa ini hasil sendiri, artinya meskipun nanti ada yang tidak lulus saya harap jangan putus asa," jelasnya.

Sementara itu, untuk memberikan bekal mental kepada siswanya, SMAN 5 Cimahi menggelar istigasah. "Untuk memberikan support, juga doa, kami lakukan istigasah yang mudah-mudahan akan memberikan semangat serta dampak positif bagi siswa saat UN nanti," katanya.

Selain itu, seluruh tenaga pengajar serta 359 siswa kelas 12 yang akan mengikuti UN, bersama-sama melakukan salat duha. Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah.
Share:

Banyak Pejabat Pemkot Belum Kuasai TIK

Penggunaan dan penguasaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di kalangan pejabat Pemkot Cimahi masih minim. Baru 20% pejabat yang fasih menggunakan dan memiliki pengetahuan mendalam tentang TIK.

Kepala Kantor Arsip Perpustakaan dan Pengelolaan Data Elektronik (KAPPDE) Kota Cimahi, Hadi pada Fokus Grup Discussion E-society dan E-government di Baros Information and Technology Creative, Jln. Baros, Kamis (14/4) mengatakan, terjadi ketimpangan antara pejabat dan pegawai Pemkot Cimahi dalam penguasaan dan aplikasi penggunakan TIK.

"Saat ini sudah 80% pejabat yang mampu menggunakan perangkat TIK. Tetapi dari 80% itu baru 20% yang memahami dan menguasai TIK. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara birokrat dengan pegawai menengah ke bawah yang nyatanya lebih menguasai TIK dibanding atasannya," terang Hadi.

Ketimpangan juga terjadi di lingkungan sekolah, yaitu ketika banyak murid yang mampu mengoperasikan dan mendalami TIK dan pandai merakit komputer, tetapi guru-gurunya menggunakan perangkat TIK hanya untuk kebutuhan sederhana seperti mengetik.

Kesenjangan lainnya juga terjai di lingkungan rumah. Ketika anak-anaknya sudah pandai menggunakan perangkat TIK, orangtuanya justru tidak tahu bagaimana mengooperasikan TIK.

Menghadapi permasalahan tersebut, pihaknya akan terus menggenjot pelatihan TIK di kalangan birokrat, PNS, dan ke sekolah-sekolah. Hadi menuturkan, cara paling efektif mendalami TIK, yaitu dengan pengadaan fasilitas TIK. Sehingga proses belajar dan pemahaman tidak hanya secara teori tetapi harus dipraktekkan dan diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari.

Untuk mewujudkannya, lanjutnya, KAPPDE menargetkan tahun ini seluruh sistem operasi komputer di Pemkot Cimahi menggunakan perangkat Cimahi Open Source (Chios).

Sementara itu, menanggapi permasalahan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, H. Encep Saepuloh mengatakan, Cimahi memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang TIK.

"Sayangnya saat ini belum tergali dengan optimal. Semoga bantuan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dapat mendorong potensi SDM Cimahi di bidang TIK. Karena Cimahi merupakan salah satu daerah dari 18 kota/kabupaten yang dibina BPPT dalam pengembangan potensi SDM-nya," terangnya.
Share:

Pendiri Kota Cimahi Masih Sempat Rampungkan Buku di RS

Anak ketiga Dann Sughanda, Dewi Trinanda mengatakan, ayahnya itu sempat membuat buku, dengan judul Perjuangan Sekber, Menjadikan Kota Administrasi Jadi Kota Cimahi. Buku itu diselesaikan, walaupun Sughanda dirawat di rumah sakit selama dua pekan.

"Buku itu sudah selesai. Beliau juga sempat menyelesaikannya di ruang ICU. Itulah bentuk kecintaannya kepada Kota Cimahi. Almarhum sampai tidak memerhatikan kondisi fisiknya sendiri," kata perempuan berusia 49 tahun ini ketika ditemui di rumah ayahnya, Jumat (15/4/2011).

Dia mengatakan, buku itu hanya diselesaikan dalam waktu satu bulan. Buku itu dipersembahkan, untuk menggambarkan bagaimana perjuangan para pendiri Kota Cimahi.

Selain itu, almarhum berpesan kepada enam anaknya, agar selalu kompak. Pada saat-saat terakhirnya, Sughanda juga seringkali berkumpul bersama cucu-cucunya.

Sughandi meninggal pada Kamis (14/4/2011) malam di Rumah Sakit Mitra Kasih Cimahi. Almarhum meninggal di usia 79 tahun, karena sakit komplikasi. (*)
Share:

Pemkot Cimahi Bantu Kontingen Rp 35 Juta

Pemerintah Kota Cimahi memberikan bantuan hingga Rp 35 juta untuk kontingen lomba seni Pendidikan Agama Islam tingkat Jawa Barat. Rencananya mereka akan berlaga membawa nama Kota Cimahi dalam even tahunan yang kali ini diselenggarakan di Soreang, Kab. Bandung, 16-17 April 2011 itu.

Wakil Walikota Cimahi Eddy Rachmat mengatakan, bantuan tersebut diberikan lebih utama sebagai upaya pembinaan keagamaan bagi siswa SD dan MI di Kota Cimahi. "Prestasi bukan yang utama, pembinaan lebih penting," ujarnya seusai melepas kontingen secara resmi di Aula Pemkot Cimahi, Jumat (15/4).

Menurut Eddy, usia SD adalah saat yang tepat untuk membentuk karakter manusia yang berbudi luhur. Untuk itu, pembinaan keagamaan harus diterapkan seoptimal mungkin pada masa-masa tersebut.

Diakui Eddy, saat ini di Cimahi belum ada MI negeri. Namun, ia berjanji bahwa pemkot akan mendorong Kementerian Agama untuk mewujudkan adanya MI Negeri di Cimahi.
Share: